Kemenag Ajak Alumni IAIN Sultan Amai Gorontalo Lanjut S2–S3 lewat Beasiswa
Akhmad Baihaqi Arsyad
KOTA GORONTALO, (ERAKINI) - Pemerintah menegaskan komitmennya dalam meningkatkan mutu sumber daya manusia melalui berbagai program beasiswa pendidikan. Langkah ini menjadi bagian dari strategi besar menyongsong Indonesia Emas 2045 sekaligus menjawab tantangan Revolusi Industri 4.0.
Pesan tersebut disampaikan Kepala Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (Puspenma) Sekretariat Jenderal Kementerian Agama Republik Indonesia, Ruchman Basori, saat memberikan orasi ilmiah pada Rapat Senat Terbuka Wisuda ke-37 Program Sarjana (S1) dan Magister (S2) Institut Agama Islam Negeri Sultan Amai Gorontalo beberapa waktu lalu.
Sebanyak 413 lulusan resmi dikukuhkan oleh Rektor IAIN Sultan Amai Gorontalo, Ahmad Faisal, dalam prosesi yang digelar di Grand Sumber Ria, Kota Gorontalo. Momen ini terasa istimewa karena menjadi wisuda terakhir dengan status IAIN sebelum kampus tersebut resmi bertransformasi menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Amai Gorontalo.
Dalam orasinya, Ruchman menegaskan bahwa lulusan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) tidak boleh terjebak dalam “menara gading”. Menurutnya, kaum intelektual harus hadir di tengah masyarakat, terutama membela kelompok miskin dan kurang beruntung secara ekonomi. “Intelektual yang lahir dari garba PTKIN harus berada digaris depan dalam keberpihakannya kepada yang miskin, ya papa dan kurang beruntung secara ekonomi,” kata alumnus IAIN Walisongo Semarang ini.
Ruchman menambahkan menjadi bagian dari perubahan Indonesia, membutuhkan kapasitas dan kualitas, salah satunya dengan melanjutkan studi ke jenjang S2 dan S3 untuk memenagkan persaingan.

















