"Luka bakarnya sampai 90 persen dan luka bakarnya sampai tingkat empat (derajat luka bakar paling berat)," kata Kepala RS Polri Kramat Jati Brigjen Hariyanto di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (19/4/2024).
Kondisi tersebut, Kata dia, diperoleh berdasarkan hasil pemeriksaan ketujuh jenazah di posko postmortem RS Polri.
Hariyanto mengatakan, 7 jenazah korban sudah dibawa ke Instalasi Forensik RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi lebih lanjut menggunakan metode indentifikasi korban bencana (disaster victim identification/DVI).
"Identifikasi dilakukan melalui pencocokan data sebelum kematian (antemortem) berupa sidik jari, rekam medis gigi dan sampel "deoxyribo nucleic acid" (DNA) dari keluarga korban dengan sesudah kematian (postmortem) dari jenazah korban," katanya.
Sidik jari, DNA, dan gigi menjadi parameter dalam proses identifikasi karena pada ketiganya terdapat karakteristik khusus yang dapat menunjukkan identitas seseorang secara medis.
"Jadi, nanti kita maksimalkan. Seperti biasanya untuk identifikasi medis, DNA, sidik jari, gigi kita maksimalkan. Nanti data-data (pembanding) yang kita kumpulkan seperti apa," ujar Hariyanto.
Adapun terkait apakah ketujuh korban merupakan satu keluarga, RS Polri Kramat Jati menyatakan belum dapat memastikan hal tersebut karena menunggu hasil identifikasi.
"Apakah itu satu keluarga nanti kita buktikan. Kan masih ada (korban kebakaran) yang ada di rumah sakit (berbeda). Apakah bisa komunikasi, nanti kita tanyakan," ujarnya.
Namun, kata dia, jenazah itu yang 1 adalah laki-laki dewasa, 2 laki-laki anak dan 4 perempuan dewasa.
Sementara itu, Kepala Instalasi Forensik RS Polri Kramat Jati, Arif Wahyono mengimbau pihak keluarga korban dapat segera menyerahkan data pembanding untuk identifikasi.
"Kita tekankan (identifikasi melalui data) gigi dan DNA, tinggi badan segala macam. Kalau memang ada keluarga yang punya catatan gigi, kalau memang ada datang ke (RS Polri) Kramat Jati," kata Arif.
Terpisah, Polres Metro Jakarta Selatan menegaskan bahwa masih mengidentifikasi 7 korban meninggal dunia akibat kebakaran ruko di Mampang Prapatan.
Hal itu disampaikan oleh Wakasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan Kompol Henrikus Yossi.
Dikatakan oleh Yossi bahwa korban yang meninggal dunia merupakan karyawan dan keluarga pemilik ruko yang terbakar pada Kamis (18/4/2024) sekitar jam 19.30 WIB.
"Tujuh dinyatakan meninggal dunia dan telah dievakuasi pada pukul 07.30 WIB. Sedangkan lima korban mengalami luka-luka, sudah dievakuasi sejak semalam dan saat ini masih dalam perawatan intensif," katanya.
Saat terjadi kebakaran, kata dia, ke-12 korban sedang menjalankan aktivitas masing-masing. Dari 12 orang tersebut, 5 orang di antaranya berhasil melarikan diri. Sementara 7 orang terjebak di lantai 2 bangunan tersebut.
"Identitas awal korban sudah kita ketahui sebanyak 12 orang. 7 meninggal dunia lima luka-luka," katanya.
Ia mengatakan, dari data yang diterima, ketujuh korban meninggal dunia yaitu: