Musim Pancaroba, BPBD Lebak Siaga Bencana Hidrometeorologi, Siapkan Alat Evakuasi dan Logistik
Akhmad Baihaqi Arsyad






"Potensi musim pancaroba rawan terjadi bencana hidrometeorologi, seperti banjir, longsor, pergerakan tanah, angin puting beliung, dan gelombang tinggi," kata Febby Rizky Pratama di Lebak, Selasa (5/3/2024).
Ia mengatakan, BPBD Lebak mengajak masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana alam tetap meningkatkan kewaspadaan bencana hidrometeorologi guna mengurangi risiko korban jiwa.
Saat ini, BPBD Lebak siaga dengan menyiapkan personel di posko utama serta peralatan evakuasi dan logistik dalam menghadapi musim pancaroba yang berpotensi menimbulkan bencana alam.
Kabupaten Lebak, kata dia, selama ini masuk daerah langganan bencana hidrometeorologi, karena topografi alamnya pegunungan, perbukitan, aliran sungai, dan pesisir pantai.
Oleh karena itu, pihaknya minta aparatur kecamatan, kelurahan/desa, dan masyarakat yang tinggal di lokasi rawan bencana agar meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi musim pancaroba itu.
"Kami minta masyarakat tetap waspada menghadapi cuaca buruk itu, karena bisa berdampak terhadap bencana alam itu," katanya.
Febby mengatakan peralatan evakuasi dalam kondisi baik dan dapat dioperasikan jika sewaktu-waktu diperlukan menghadapi bencana hidrometeorologi, seperti kendaraan operasional, perahu karet, tambang, mesin penyedot air, tenda, dan lainnya.
Selain itu, lanjut dia, pihaknya juga menyediakan logistik dan mencukupi untuk kebutuhan konsumsi tiga bulan ke depan dan menyiapkan obat-obatan.
"Kami terus berkoordinasi dengan instansi yang terkait untuk penanganan pasca-bencana alam agar terpenuhi pelayanan dasar sehingga tidak menimbulkan korban jiwa," katanya.
Sementara itu, sejumlah warga yang terdampak longsor di Desa Ciherang, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Lebak, mengatakan mereka kini masih tinggal di pengungsian di rumah kerabat dan saudara setelah 5 rumah rusak berat dan empat rumah rusak ringan.
Mamun (50) warga Ciherang, Kabupaten Lebak mengatakan, "Kami pada hari ketiga terdampak longsor tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap bencana alam susulan, karena curah hujan masih tinggi." (ant)
