"Ulama NU Mawa, Urang NU Milu." Kalimat sederhana yang populer, lekat dan identik dengan beliau itu memiliki makna “Ulama yang membawa, kita yang mengikuti.”
Abah Cipulus merupakan sosok sederhana yang selalu menyampaikan dakwahnya pun dengan cara yang renyah dan sederhana. Penyampaiannya mudah dimengerti oleh Jamaah. Kalau kata orang Priangan “Nyunda banget” atau kalau kata orang Jawa ya “Njawani”. Artinya, Abah Cipulus betul-betul menyelami kehidupan masyarakat dengan sebenarnya.
Abah Cipulus merupakan sosok Ajengan atau yang kreatif dengan berbagai gubahan Syiir dan Sholawat NU-nya. Beliau adalah contoh Nyata sebagai Aktivis Nahdhatul Ulama yang gak ada lelahnya dalam ber NU. Kalau istilah Gus Dur ada "NU Gila & Gila NU" mungkin Abah masuk kategori itu.
Beliau hampir dalam setiap kesempatan, dalam pengajian umum atau ngaji pada Santrinya selalu bicara NU dan tidak pernah tertinggal Sholawat NU. Dan diyakini, Gus Dur adalah Inspirasi dalam ber NUAbah Cipulus.
Abah Cipulus, Seorang Ajengan yang betul-betul memberikan contoh nyata buat Santri nya secara langsung bagaiamana menjadi muslim yang taat, tangguh dan kuat. Beliau mencontohkan untuk terus berikhtiar, belajar tanpa henti kepada para Ulama, Kyai dan Ajengan Ahlussunah wal jamaah.
Beliau meyakinkan kepada semua, “kenapa harus NU? karena kita meyakini bahwa sanad keilmuan para Ulama NU betul-betul nyambung sampai pada Manusia Agung Rasulullah SAW, sebagai sumbernya Ilmu Agama Islam yang dipelajari di pondok-pondok Pesantren di NUsantara ini, termasuk Pesantren Cipulus Wanayasa Purwakarta.”
Pesan Abah Cipulus, yang terpenting jangan meninggalkan identitasnya sebagai santri dan jangan pernah jauh dari Ulama dan NU. Bahkan, Abah Cipulus mewajibkan santrinya untuk aktif di Jam'iyah NU kalau mau diaku alumni Santri Cipulus, setelah kembali ke daerah masing-masing atau dalam profesi apapun.
Bicara NU pasti tidak lepas dari Gus Dur. Siapapun pasti tahu KH. Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Beliau merupakan Guru Bangsa, Ulama Besar dan Tokoh utama Nahdlatul Ulama. Beliau juga Cendikiawan Muslim, Politisi, Seorang Negarawan dan Tokoh toleransi Indonesia. Banyak sekali sebutan untuk seorang Gus Dur, Budayawan, Aktivis Kemanusiaan dan lainya.
Gus Dur adalah Putra KH A. Wahid Hasyim. Cucu KH M. Hasyim As'Ary yang merupakan Pendiri sekaligus Rois Akbar Nahdlatul Ulama.
Apa hubungan Gus Dur dengan Abah Cipulus? Gus Dur pernah beberapa kali datang ke Pesantren Cipulus Purwakarta, baik sebelum jadi Presiden ataupun sesudah jadi Presiden.
Konon kedatangan Gus Dur beberapa kali itu datang langsung ke Pesantren Cipulus. Beliau kalau ke Purwakarta bisa dipastikan singgah dan silaturrahim di Cipulus. Setiap ditanya ketika hendak ke Purwakarta, Gus Dur selalu menjawab saya mau ketemu Kyai Adang Cipulus atau Abah Cipulus. Itulah Gus Dur, Ulama yang tidak pernah meninggalkan silaturrahim ke semua Kyai dan bahkan para tokoh Agama non Muslim sekalipun.
Di situlah lahir beberapa kali pertemuan Gus Dur dan Abah Cipulus. Dari sebelum Reformasi bergulir. Gus Dur lah salah satu sosok yang menginspirasi Abah Cipulus menjadi sangat NU dan sangat aktif di NU. Abah Cipulus selalu menghadiri acara-acara NU dari tingkat Muktamar sampai Ranting sekalipun.
Abah Cipulus pernah menjadi Rois Syuriah NU purwakarta 2 periode dan Wakil Rois Syuriah NU Jawa Barat. Aktivitas Politik Abah Cipulus mengikuti Gus Dur yang Pernah menjadi Ketua Umum Dewan Syura PKB. Walaupun ahirnya harus dikeluarkan secara kurang pas dari Partai yang didirikanya karena adanya ketidaktaatan pengurus dibawahnya atas keputusan Gus Dur sebagai Ketua Umum Dewan Syura Partai tersebut. Hal mirip namun agak sedikit berbeda dialami Abah Cipulus. Beliau juga pernah menjadi Ketua Dewan Syura di partai yang sama dengan Gus Dur di Jawa Barat, namun beliau mengundurkan diri karena sakit dan kesibukanya si Pesantren
Hubungan Gus Dur dan Abah Cipulus begitu dekat dan sangat akrab. Banyak yang meyakini mereka, para Ulama, memang mengajarkan silaturrahim dan saling mengingatkan dalam perjuangan dakwah Nahdlatul Ulama Annahdiyah dengan sangat baik, santun dan penuh tanggungjawab.
Abah Cipulus adalah sosok seorang Ulama yang komplit karena dalam kehidupan sehari-harinya hampir semua aktivitas di kerjakan dengan semangat yang luar biasa.
Abah Cipulus merupakan Seorang Kyai yang pengusaha dengan berbagai usahanyaHampir semua jenis usaha pernah dijalaninya sebagai ikhtiar membangun kemandirian Pesantren Cipulus yang dibawah Kepemimpinya berkembang sangat pesat. Beliau selalu berikhtiar tanpa pernah merasa lelah.
Abah Cipulus menggambarkan bahwa santri tidak harus menjadi Ajengan semua. Harus ada santri yang jadi ahli Ekonomi, ahli Hukum, ahli Pertanian maupun ahli Politik. Artinya, bisa sebagai pengusaha, pendidik, ekonom, pengacara ataupun politisi. Itu adalahcontoh nyata dari seorang Abah Cipulus yang memberikan keleluasaan pada santrinya untuk berprofesi apapun.
Abah Cipulus, seorang Petani yang senang sekali menanam berbagai jenis tanaman. Seperti cengkeh, manggis, teh, pala, sayuran dan buah-buahan lainya. Lahanya yang cukup luas milik beliau bisa dipastikan hampir tidak ada yang dibiarkan kosong tanpa tanaman. Beliau selalu mengajarkan bagaimana menanam tanpa harus bertanya kapan akan memanen. Karena dalam setiap tanaman yang ditanam ada kebaikan dan manfaat yang bisa dipetik nantinya, baik oleh kita atau generasi selanjutnya.
Abah Cipulus, seorang Ajengan, Kyai, Guru yang tak pernah berhenti mendoakan seluruh jamaah di Majelis Al Badar nya. Baik Ibu-ibu Muslimat, bapak-bapak NU maupun para santri dan anak didiknya. Seorang pendekar Aswaja yang tak pernah lelah berjuang, seorang pendakwah yang tidak pernah menolak diundang untuk mengisi pengajian dimanapun baik oleh pejabat, rakyat dan masyarakat. Bahkan masuk ke ranting-ranting NU di pelosok Purwakarta dan Jawa Barat. Bagi beliau, berdakwah adalah mengajak kebaikan kepada semuanya yang manfaatnya luar biasa
Tiga tahun lalu Agustus 2020, Abah Cipulus Sang Penggerak NU Purwakarta dan Jawa Barat itu telah pergi. Tepatnya setelah peringatan Hari Raya Idul Adha, 13 Dzulhijah 1441 H atau 3 Agustus 2020. Abah Cipulus meninggalkan semua keluarga, para santri dan masyarakat semua, setelah sebelumnya mengalami sakit yang cukup lama, dan sempat sehat kembali membersamai keluarga dan para santri.
Untuk beliau dan segala kebaikan yang lahir dari beliau, Al-Fatihah....
(Tulisan ini diolah dari unggahan akun Facebook Adhe Bagus Said.)