Acara pada Kamis (5/9/2024) di Maha Wihara Dharmakirti, wihara Buddha pertama dan tertua di Kota Palembang yang saat ini diperluas. (Foto: Ditjen Bimas Buddha)
“Signifikansi acara ini tidak hanya terkait dengan perluasan fisik bangunan wihara, tetapi juga mencerminkan peran penting Wihara Dharmakirti sebagai pusat spiritual bagi umat Buddha di Palembang,” kata Ketua Umum Yayasan Buddhakirti Zewwwy Salim di Palembang, Kamis (5/9/2024).
Perluasan ini, kata dia, menunjukkan adanya peningkatan kebutuhan komunitas Buddha untuk fasilitas ibadah yang lebih memadai. Renovasi cetiya ini menunjukkan upaya Yayasan Buddhakirti untuk terus menjaga dan merawat tempat-tempat suci yang memiliki nilai sejarah dan spiritual bagi umat Buddha.
Selain itu, pemugaran tersebut, kata dia, juga bertujuan untuk memberikan kenyamanan yang lebih baik bagi para penganut agama dalam menjalankan aktivitas keagamaan mereka. “Peresmian ini mencerminkan pentingnya peran cetiya sebagai salah satu simbol agama dan sejarah dalam menjaga identitas keagamaan komunitas Buddha di Palembang,” katanya.
Acara tersebut juga memperlihatkan adanya kerjasama yang baik antara yayasan, pemerintah, dan masyarakat dalam mendukung pembangunan sarana keagamaan. Keterlibatan berbagai pihak dalam acara ini menunjukkan rasa tanggung jawab bersama dalam melestarikan tempat ibadah.
Adapun selama periode jabatannya, Zewwwy telah melakukan tanggung jawab sosial. Tidak hanya berupa pengembangan aktifitas keagamaan, namun, tanggung jawab sosial kepada umat, maupun masyarakat umum melalui fasilitas layanan kesehatan dan pendidikan.
Dalam bidang pendidikan, telah didirikan juga Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Manggala. SMK ini diharapkan tidak hanya menjadi lembaga pendidikan kejuruan, tetapi juga sebuah model yang menghubungkan pendidikan dengan dunia kerja.
SMK ini berfokus pada keterampilan teknis dan dukungan dari industri menciptakan jalur yang jelas bagi siswa untuk memperoleh pekerjaan setelah lulus. “Ini adalah investasi jangka panjang bagi yayasan dan komunitas Buddha, karena berkontribusi pada pemberdayaan ekonomi generasi muda,” katanya.
Senada dengan Zewwy, Ketua Pembina Yayasan Buddhakirti, YM. Mahabiksu Aryamaitri menyambut dengan apresiasi tinggi kepada ketua umum dan pengurus yang telah menjalankan fungsi roda oraganisasi Yayasan dengan pengembangan yang sangat baik. “Kami juga mengapresiasi jasa-jasa para pendahulu yang telah mendedikasikan dirinya kepada umat buddha dan masyarakat umum melaui layanan Yayasan Buddhakirti,” katanya.
Selain itu, langkah yayasan dalam mendirikan sekolah kejuruan juga mencerminkan kesadaran bahwa pendidikan adalah alat utama untuk memutus rantai kemiskinan dan menciptakan masa depan yang lebih baik.
“Yayasan Buddhakirti memahami bahwa memajukan pendidikan adalah cara terbaik untuk mendukung pengembangan individu dan komunitas, memberikan mereka kesempatan untuk meraih kehidupan yang lebih sejahtera,” katanya.
Menurutnya, ketiga kegiatan ini adalah contoh nyata bagaimana Yayasan Buddhakirti mengintegrasikan nilai-nilai keagamaan dengan tanggung jawab sosial, pendidikan, dan kerja sama lintas sektor.
Dengan memperluas fasilitas spiritual dan mendirikan sekolah kejuruan, lanjut dia, yayasan tidak hanya memperkuat identitas agama Buddha di Palembang tetapi juga memberikan kontribusi positif bagi masyarakat yang lebih luas.
“Proyek ini menggambarkan strategi holistik dalam membangun masyarakat yang lebih berdaya, terdidik, dan sejahtera, sesuai dengan prinsip kebajikan Buddha dan nilai-nilai Pancasila,” pungkasnya.