Alhamdulillah, Tim Asesor Sebut Hasil Asesmen Lapangan Prodi HES UIN Banten Memuaskan
Abdul Rahman Ahdori
SERANG, (ERAKINI) - Program Studi Hukum Ekonomi Syariah (HES) Fakultas Syariah UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten meraih hasil memuaskan dalam asesmen lapangan yang dilakukan oleh tim asesor Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) di kampus 2 UIN SMH Banten Jl Syekh Nawawi Al Bantani Curug, Kota Serang, Rabu (15/10/2025).
Penilaian tersebut menjadi langkah penting bagi prodi HES dalam memperkuat mutu pendidikan dan tata kelola akademik.
Perwakilan asesor, Dr. Busriyanti, M.Ag., menyampaikan apresiasi atas kelancaran proses asesmen yang berlangsung selama dua hari.
“Alhamdulillah, semuanya berjalan dengan baik. Kami bersyukur bisa hadir di UIN SMH Banten dan berterima kasih atas sambutan yang luar biasa,” ujarnya.
Dia menyampaikan permohonan maaf apabila selama proses asesmen ada hal-hal yang dirasa merepotkan.
Tim asesor kemudian memberikan sejumlah masukan strategis untuk peningkatan di berbagai aspek.
Berikut poin-poin penting yang menjadi perhatian:
1. Visi dan Misi
Tim asesor menilai misi prodi telah tersusun dengan baik, namun ditemukan perbedaan antara dokumen yang dikirimkan dan visi yang dipaparkan. Perbedaan ini dipahami karena adanya masa transisi kepemimpinan.
Asesor menekankan pentingnya distingsi atau titik fokus prodi agar memiliki identitas yang lebih kuat. Capaian visi juga perlu dirumuskan secara spesifik dalam rentang waktu tertentu serta disosialisasikan lebih luas kepada publik.
2. Tata Pamong dan Kerja Sama
Aspek tata pamong dinilai sudah baik, namun masih perlu peningkatan dalam kerja sama penelitian dan pengabdian, termasuk perluasan jejaring internasional, khususnya terkait pertukaran mahasiswa asing.
3. Kemahasiswaan dan Alumni
Tim asesor mendorong prodi untuk lebih aktif memanfaatkan media digital dalam sosialisasi serta memperbanyak publikasi kisah sukses alumni. Upaya ini dinilai penting untuk menunjukkan prospek karier lulusan HES kepada publik.
4. Layanan Mahasiswa Layanan bimbingan akademik dinilai perlu diperkuat, termasuk penambahan waktu bimbingan untuk membantu mahasiswa lulus lebih cepat.

















