BMKG Ungkap Penyebab Gempa Beruntun yang Guncang Sukabumi dan Bogor
Thomas Pulungan
BOGOR, (ERAKINI) — Dua gempa bumi tektonik mengguncang wilayah Sukabumi dan Bogor, Jawa Barat, Kamis (15/10/2026) sore. Gempa bermagnitudo 3,5 dan 4,1 itu dirasakan warga di sejumlah wilayah, dengan intensitas terkuat mencapai IV MMI. Hingga Kamis petang, belum ada laporan kerusakan bangunan akibat guncangan tersebut.
Berdasarkan analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa pertama terjadi pukul 17.49.43 WIB dengan magnitudo 3,5. Pusat gempa berada di darat, sekitar 25 kilometer di utara Kabupaten Sukabumi, pada kedalaman 9 kilometer.
Gempa kedua tercatat bermagnitudo 4,1. Episenternya berada di darat, sekitar 26 kilometer barat daya Kota Bogor, dengan kedalaman 5 kilometer.
Pelaksana Tugas Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Wilayah II Tangerang, Ana Oktavia Setiowati, mengungkapkan, kedua gempa tersebut tergolong gempa dangkal yang dipicu aktivitas sesar aktif, berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya.
BMKG mencatat getaran terkuat dirasakan di Pamijahan dan Kabandungan dengan intensitas IV MMI. Pada skala ini, getaran dirasakan banyak orang di dalam rumah dan oleh beberapa orang di luar rumah. Guncangan juga berpotensi menyebabkan gerabah pecah serta pintu, jendela, dan dinding berbunyi.
Getaran dengan intensitas III MMI dilaporkan di Kalapanunggal, Leuwiliang, Cipeuteuy, Lengkong, dan Parakansalak. Pada tingkat ini, getaran terasa nyata di dalam rumah, menyerupai truk yang sedang melintas.
Sementara itu, warga di Palabuhan Ratu, Pabuaran, dan Cicantayan merasakan getaran dengan intensitas II MMI. Pada skala tersebut, getaran dirasakan beberapa orang dan membuat benda-benda ringan yang digantung bergoyang.
Meski guncangan dirasakan di sejumlah wilayah, BMKG menyatakan belum menerima laporan kerusakan bangunan akibat peristiwa tersebut.
Pemantauan BMKG hingga pukul 18.40 WIB juga mencatat satu gempa susulan bermagnitudo 2,4.
BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Masyarakat diminta mengikuti perkembangan aktivitas gempa melalui kanal resmi BMKG, yakni akun media sosial @infoBMKG, situs www.bmkg.go.id dan inatews.bmkg.go.id, serta aplikasi InfoBMKG dan WRS-BMKG.

















