Sukabumi dilanda banjir bandang, longsor, hingga pergerakan tanah pada Rabu (4/12/2014). Bencana ini menyebabkan 3 tewas dan ratusan warga mengungsi. Foto: Ist
SUKABUMI, (ERAKINI) - Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, dilanda banjir bandang, longsor, hingga pergerakan tanah pada Rabu (4/12/2014). Bencana ini telah menyebabkan tiga tewas dan ratusan warga mengungsi.
Berbagai kejadian bencana yang melanda Sukabumi tersebut disebabkan oleh cuaca ekstrem yang terjadi sejak Selasa (3/12/2024). Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sukabumi Ade Suryaman menyebutkan, bencana di Sukabumi semakin meluas, dari yang awalnya hanya tersebar di 22 kecamatan kini sudah mencakup 30 kecamatan.
"Dari hasil evaluasi petugas penanggulangan gabungan, bencana hidrometeorologi didominasi oleh tanah longsor. Namun, dampak terparah ditimbulkan dari bencana banjir," ujarnya di Sukabumi, dikutip dari antaranews, kamis (5/12/2024).
Menurut Ade, mayoritas kejadian bencana tersebut terjadi di wilayah selatan Kabupaten Sukabumi. Sementara untuk di utara intensitasnya terbilang kecil. Pada Kamis ini, Penjabat (Pj) Gubernur Jabar, Danrem 061 Suryakencana, dan sejumlah pejabat lainnya sudah meninjau sejumlah lokasi bencana.
"Untuk warga yang mengungsi mayoritas penyintas bencana pergerakan tanah di Kecamatan Cikembar. Bantuan darurat secara bertahap sudah disalurkan kepada para korban terdampak bencana," ucapnya.
Sementara itu, BPBD Kabupaten Sukabumi mencatat total ada 166 titik bencana alam yang terjadi. Rinciannya, tanah longsor 66 titik, banjir 35 titik, angin kencang 15 titik, dan pergerakan tanah 17 titik.
Bencana ini menyebabkan 180 KK dengan 461 jiwa terdampak, 98 KK dengan 247 jiwa mengungsi, warga terancam 143 KK dengan 239 jiwa, 3 orang meninggal dunia, dan 4 orang tertimbun longsor.
“Yang meninggal sudah dinyatakan tiga orang. Satu orang di Kecamatan Simpenan, dan dua orang warga Kecamatan Tegal Buleud. Sedangkan empat orang masih dalam tahap pencarian,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sukabumi, Deden Sumpena, dalam keterangannya, Kamis (5/12/2024).
Kepala Dinas (Kadis) Sumber Daya Air (SDA) Provinsi Jawa Barat, Dikky Achmad Sidik mengungkapkan, bencana banjir Sukabumi diakibatkan oleh luapan sejumlah sungai hingga merendam beberapa kecamatan.
Dikky menilai bencana banjir Sukabumi tergolong luar biasa. Curah hujan yang turun, terutama pada Selasa (3/12) dan Rabu (4/12), sangat ekstrem. "BMKG sendiri menyatakan bahwa curah hujan lebih dari 150 mm per hari, dan itu sudah dianggap ekstrem," kata Dikky.
Curah hujan tinggi diperparah dengan kondisi pendangkalan sungai sehingga tidak mampu menampung debit air. "Kapasitas sungai kita sudah terlewati. Bahkan setelah kami cek, beberapa titik di peta sebaran hujan periode berulang 50 tahunan, menunjukkan bahwa debit air yang terjadi hampir mencapai angka 50 tahunan," jelasnya.
Kata dia, kapasitas sungai masih terbatas. Bahkan ada beberapa yang kapasitasnya kurang dari 10 tahun. Akibatnya, debit air melebihi kapasitas dan meluap, merendam pesawahan dan pemukiman di sekitar sungai.