Pasangan calon nomor urut 1, Luluk Nur Hamidah dan Lukmanul Khakim. Foto: Ilustrasi/Dok
SURABAYA, (ERAKINI) - Pasangan calon (Paslon) nomor urut 1, Luluk Nur Hamidah dan Lukmanul Khakim, sudah tiba di venue debat perdana Pilkada Jatim 2024, dengan mengenakan baju adat dari daerah masing-masing, Jumat (18/10/2024) malam. Keduanya tampil kompak dan anggun, mencerminkan budaya lokal.
Lukmanul Khakim mengungkapkan bahwa ia mengenakan baju adat Lamongan, yang merupakan pakaian dari daerah kelahirannya. Sementara Luluk mengenakan mengenakan pakaian perpaduan Jombang dan Madura.
Luluk menyatakan tidak ada persiapan khusus untuk debat ini. Ia lebih memilih untuk menghabiskan waktu dengan bahagia, bersama keluarga dan suami.
"Persiapannya biasa aja, pokoknya menatap hari dengan gembira. Spending time dengan keluarga, suami, juga kakak aku dari Jakarta yang datang memberikan dukungan penuh," ungkapnya kepada wartawan.
Meskipun tidak ada persiapan yang terlalu mendalam, Luluk tetap membawa catatan untuk memudahkan dirinya saat debat. "Kalau catatan tetap kami bawa. Kalau enggak boleh ya enggak apa-apa. Ngalir aja," ujarnya dengan penuh percaya diri.
Lukman juga mengaku mereka sudah siap menghadapi debat. "Persiapannya mantap, tidur cukup, makan enak, ngopi-ngopi. Materi sudah biasa kami bicarakan sehari-hari," katanya.
Debat perdana ini dilaksanakan di Graha Unesa Surabaya malam ini, dengan tema 'Transformasi Sosial dan Peningkatan Produktivitas Sumber Daya Lokal untuk Kesejahteraan Masyarakat Jawa Timur'.
Debat akan diikuti ketiga paslon yakni Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak, Tri Rismaharini-Zahrul Azhar Asumta Gus Hans, dan Luluk Nur Hamidah-Lukmanul Khakim.
Terdapat tujuh panelis yang terlibat dalam debat perdana Pilkada Jatim 2024 ini. Panelis ini semuanya berasal dari kalangan akademisi yang memiliki kompetensi secara keilmuan. Semua panelis telah menandatangani pakta integritas untuk menjaga independensi mereka.
Berikut tujuh panelis yang terlibat dalam debat ini:
1. Prof Achmad Muhibin Zuhri, Ahli Pendidikan Agama dari Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Ampel Surabaya
2. Prof Muhammad Syarif, Ahli Manajemen dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Trunojoyo Madura
3. Adhitya Wardhono, Ahli Ekonomi Pembangunan dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jember
4. Sasongko Budisusetyo, Ahli Akuntansi dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Hayam Wuruk Perbanas Surabaya.
5. Ahmad Imron Rozuli, Ahli Sosiologi Ekonomi dan Kelembagaan dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Brawijaya
6. Hidayatullah, Ahli Kesehatan dari Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Ma'arif Hasyim Latif Sidoarjo.
7. Rina Wahyu Setyaningrum, Ahli Pendidikan Bahasa dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Malang.