Peringatan Tsunami Dampak Gempa Rusia Berakhir, Gubernur Gusnar Pastikan Gorontalo Aman
Thomas Pulungan







Gusnar menyampaikan bahwa pihaknya telah memantau secara intensif perkembangan situasi bersama Sekretaris Daerah dan sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), melalui koneksi langsung dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
“Di bagian selatan Gorontalo maupun di Laut Sulawesi utara, tepatnya di sekitar Anggrek dan Kwandang, tidak terjadi tsunami sebagai dampak dari gempa di Rusia. Kami terus mengikuti update resmi dari BMKG, yang juga telah menyatakan bahwa potensi tsunami telah berakhir,” ujarnya.
Sebelumnya, BMKG merilis peringatan dini bahwa Gorontalo berpotensi terdampak tsunami sekitar pukul 16.39 WITA. Namun, hingga pukul 17.32 WITA, tidak ditemukan adanya tanda-tanda gelombang tsunami di wilayah tersebut.
“Kita patut bersyukur dan terus berdoa agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” tambahnya.
Gusnar juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak panik, namun tetap waspada sembari menunggu pengumuman resmi pencabutan peringatan dari BMKG.
Dalam rangka kesiapsiagaan, Gusnar sebelumnya telah menginstruksikan aparat kelurahan, desa, koramil, polsek, dan kecamatan untuk tetap siaga dan berada di tengah masyarakat guna memantau langsung potensi bencana.
Berdasarkan pemantauan di wilayah lain yang juga mendapatkan peringatan dini, seperti Papua, dilaporkan hanya terjadi kenaikan permukaan air laut sekitar 0,2 meter, tanpa menimbulkan dampak signifikan.
Adapun wilayah yang sempat berada dalam zona waspada berdasarkan peringatan tsunami BMKG meliputi Kepulauan Talaud, Halmahera Utara, beberapa wilayah di Papua Barat dan Papua, serta Kota Gorontalo.
“Keselamatan warga adalah yang utama. Kami terus siaga dan mengikuti informasi dari BMKG secara real time,” tegasnya.
