Jajaran pimpinan baru UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten (Foto: Humas UIN Banten)
JAKARTA, (ERAKINI) - Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Prof Muhammad Ishom, mengajak jajaran pimpinan baru UIN Banten untuk menjadi teladan, tidak hanya sebagai cendekiawan, tetapi juga juru dakwah.
Menurutnya, peran ganda tersebut penting agar dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa dapat berkontribusi secara luas, baik di lingkungan kampus maupun di tengah masyarakat.
“Amanah Menteri Agama sangat selaras dengan spirit dan tagline UIN Banten, yaitu spirituality, intellectuality, and professionality. Ke depan, kampus ini diharapkan dapat melahirkan para cendekiawan sekaligus tokoh masyarakat yang aktif menebarkan kemaslahatan,” kata Prof Ishom dalam keterangannya, Jumat (15/8/2025).
UIN sebagai Lembaga Akademik dan Dakwah
Sebelumnya, Menteri Agama Prof Nasaruddin Umar dalam Rapat Koordinasi Peningkatan Tata Kelola PTKIN menekankan, rektor UIN, IAIN, maupun STAIN harus mampu memikul dua peran sekaligus, yakni memimpin dunia akademik dan dunia dakwah.
Dengan peran ganda itu, PTKIN diharapkan melahirkan cendekiawan yang tidak hanya menguasai ilmu, tetapi juga memiliki kebijaksanaan (wisdom) dan kepedulian untuk membimbing orang-orang di sekitarnya.
“Cendekiawan berbeda dengan ilmuwan. PTKIN tidak hanya menghasilkan kaum terpelajar, tetapi juga pendakwah yang menebarkan kebajikan kepada masyarakat luas,” ujar Nasaruddin.
Prof Nasar menambahkan, keunggulan PTKIN sejak dulu terletak pada kemampuan melahirkan tokoh masyarakat yang berperan di ranah intelektual sekaligus sosial-keagamaan. Menurutnya, keunggulan ini harus dirawat dan dikembangkan agar PTKIN tetap mampu bersaing dengan perguruan tinggi lainnya.