Lautan Massa di Depan Polda DIY Desak Penganiayaan Santri Diusut Tuntas
Thomas Pulungan
YOGYAKARTA, (ERAKINI) - Ribuan orang menggelar aksi di halaman Polda DIY, Selasa (29/10/2024) siang. Massa menuntut penertiban peredaran minuman keras (miras) dan mendesak kasus penganiayaan santri di Krapyak, Yogyakarta, diusut tuntas.
Peserta aksi yang terdiri dari berbagai elemen NU, seperti Muslimat NU, santri, Pagar Nusa, Ansor, Banser, dan mahasiswa, secara tegas menyuarakan penolakan terhadap miras yang dianggap sebagai pemicu meningkatnya tindak kekerasan.
Koordinator Umum Aksi Solidaritas Santri Jogjakarta, Abdul Muiz, mengungkapkan keprihatinan dan kepedulian terhadap peristiwa kekerasan yang terjadi, serta menuntut keadilan bagi korban dan keluarganya.
"Kami mendesak aparat penegak hukum untuk segera menangkap semua pelaku penganiayaan, memproses mereka sesuai hukum yang berlaku, dan menyeret mereka ke pengadilan agar mempertanggungjawabkan perbuatannya," ujarnya.
Massa juga menuntut agar korban dan keluarganya mendapatkan keadilan serta kepastian hukum, dengan dukungan dalam proses pemulihan fisik maupun mental.
Para pengunjuk rasa meminta pemerintah dan aparat keamanan untuk menjamin keamanan masyarakat, sehingga setiap individu merasa aman dari ancaman kekerasan. Mereka juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu menolak segala bentuk kekerasan dan mendukung terciptanya keamanan serta ketertiban.

















