Ilustrasi - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau warga Jawa Barat (Jabar) siaga potensi hujan sangat lebat pada 2-4 Juni 2026. (Foto: Pixabay).
JAKARTA, (ERAKINI) - Masyarakat di Jawa Barat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem dalam beberapa hari ke depan. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait peluang terjadinya hujan lebat hingga sangat lebat yang dapat disertai kilat, petir, serta angin kencang pada periode 2–4 Juni 2026.
Dalam pembaruan prakiraan cuaca terbarunya, BMKG menetapkan Jawa Barat pada kategori Siaga untuk potensi hujan lebat hingga sangat lebat. Kondisi ini berpotensi memicu berbagai bencana hidrometeorologi, seperti banjir, genangan, longsor, hingga pohon tumbang di wilayah yang rentan.
Selain ancaman hujan deras di Jawa Barat, BMKG juga mengingatkan adanya potensi angin kencang yang dapat melanda sejumlah daerah di Indonesia. Wilayah yang perlu meningkatkan kewaspadaan meliputi Aceh, Sumatra Utara, Kepulauan Riau, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku, Papua Barat Daya, hingga Papua Tengah.
Secara umum, cuaca di Indonesia masih didominasi oleh hujan dengan intensitas ringan hingga lebat. Namun, sejumlah wilayah diperkirakan mengalami peningkatan curah hujan dengan intensitas sedang yang berpotensi berkembang menjadi hujan lebat dalam kondisi tertentu.
Daerah yang perlu mewaspadai peningkatan hujan tersebut antara lain Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, Kepulauan Riau, Kepulauan Bangka Belitung, Banten, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Tengah, Papua Pegunungan, dan Papua.
Khusus bagi warga Jawa Barat, kondisi cuaca dalam beberapa hari mendatang perlu menjadi perhatian serius. Hujan berintensitas tinggi yang berlangsung dalam durasi cukup lama dapat meningkatkan risiko banjir di kawasan perkotaan maupun daerah aliran sungai. Sementara itu, wilayah perbukitan dan lereng pegunungan berpotensi mengalami longsor apabila tanah telah jenuh oleh air hujan.
BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi cuaca terbaru, menghindari aktivitas di lokasi rawan bencana saat hujan deras terjadi, serta memastikan saluran drainase di lingkungan sekitar tetap berfungsi dengan baik guna mengurangi risiko genangan dan banjir. Dengan kewaspadaan yang lebih tinggi, dampak dari cuaca ekstrem diharapkan dapat diminimalkan.