Gubernur Jateng Ahmad Luthfi (empat dari kiri) dan Kepala BNNP Jateng Brigjen Pol. Agus Rohmat (empat dari kanan) beserta jajaran saat membahas penguatan sinergitas Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) di Gubernuran, Kota Semarang, Rabu (26/8/2026).
SEMARANG, (ERAKINI) – Pemerintah Provinsi Jateng bersinergi dengan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) untuk mengakselerasi Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN). Langkah ini juga sekaligus membangun benteng perlindungan bagi generasi muda melalui gerakan ANANDA (Aksi Nasional Anti Narkotika Dimulai dari Anak) Bersinar.
Penguatan sinergi dibahas saat pertemuan Gubernur Jateng Ahmad Luthfi dan Kepala BNNP Jateng Brigjen Pol. Agus Rohmat di Gubernuran, Kota Semarang, Rabu (28/6/2026).
“Persoalan narkotika tidak dapat diselesaikan hanya dengan pendekatan penegakan hukum,” ungkap Kepala BNNP Jateng Brigjen Pol. Agus Rohmat.
Dia melanjutkan, pencegahan harus diperkuat dari hulu dengan membangun ketahanan keluarga, satuan pendidikan, lingkungan masyarakat, hingga lingkungan pemerintahan.
Sebab itu, sebutnyaa, dukungan dan sinergi Pemprov Jateng sangat penting untuk memperkuat pencegahan, pemberantasan, rehabilitasi dan pemberdayaan masyarakat.
“BNN tidak dapat bekerja sendiri. Permasalahan narkotika merupakan tanggung jawab bersama,” lanjutnya.
Menurut Agus, kolaborasi dengan pemerintah daerah harus diterjemahkan dalam program yang konkret, terukur, dan berkelanjutan. Edukasi mengenai bahaya narkotika tidak boleh berhenti pada kegiatan sosialisasi, tetapi harus diarahkan untuk membangun ketahanan masyarakat sehingga mampu mencegah penyalahgunaan narkotika sejak dini.
Dalam konteks tersebut, ANANDA Bersinar menjadi salah satu pendekatan strategis yang perlu diperkuat. Gerakan Aksi Nasional Anti Narkotika Dimulai dari Anak (ANANDA) Bersinar menempatkan anak dan generasi muda sebagai bagian penting dari upaya membangun generasi yang sehat, cerdas, tangguh, dan memiliki daya tahan terhadap ancaman narkotika.
“Kami berharap sinergi ini semakin diperkuat melalui berbagai program bersama, mulai dari edukasi dan sosialisasi, penguatan ketahanan keluarga dan masyarakat, deteksi dini, rehabilitasi, hingga pemberdayaan masyarakat. Kita ingin memastikan pencegahan dimulai sejak dini, dari anak-anak dan lingkungan terdekat mereka,” tegas Agus.
Sementara, Ahmad Luthfi menegaskan komitmen Pemprov Jateng untuk memperkuat sinergi dengan BNNP Jawa Tengah dalam pelaksanaan P4GN.
Menurut Ahmad Luthfi, ancaman narkotika membutuhkan respons bersama karena dampaknya tidak hanya menyentuh persoalan hukum, tetapi juga kesehatan, pendidikan, ketahanan keluarga, produktivitas masyarakat, hingga masa depan generasi muda.
“Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tentu mendukung penuh upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika. Sinergi antara pemerintah daerah dan BNN harus terus diperkuat agar program P4GN dapat dilaksanakan secara lebih terintegrasi dan menyentuh seluruh lapisan masyarakat,” ungkap Ahmad Luthfi.
Ia menekankan bahwa pencegahan harus dilakukan sedini mungkin, terutama dengan memperkuat peran keluarga dan lingkungan pendidikan.
“Pencegahan harus dimulai dari lingkungan terdekat, terutama keluarga dan generasi muda. Pemerintah daerah bersama BNN dan seluruh pemangku kepentingan harus hadir memberikan edukasi serta menciptakan lingkungan yang sehat, produktif, dan bebas dari narkoba,” lanjutnya.
Menurut Ahmad Luthfi, pembangunan Jawa Tengah tidak hanya berbicara mengenai pertumbuhan ekonomi dan pembangunan infrastruktur, tetapi juga memastikan masyarakat, terutama generasi muda, tumbuh dalam lingkungan yang sehat, aman, dan memiliki ketahanan sosial.
Karena itu, penguatan program P4GN harus menjadi bagian dari kerja bersama lintas sektor. Pemerintah provinsi akan terus mendorong keterlibatan perangkat daerah dalam mendukung berbagai program pencegahan, pemberdayaan masyarakat, rehabilitasi, maupun upaya pemberantasan sesuai kewenangan masing-masing.