35 Santri Korban Runtuhnya Ponpes Al Khoziny Dilarikan ke RS
Abdul Rahman Ahdori
SIDOARJO, (ERAKINI) - Sebanyak 35 santri Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur, dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD R.T. Notopuro setelah mengalami luka-luka akibat runtuhnya bangunan musala pondok, Senin (29/9/2025) sore.
“Lebih dari 35 santri telah dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis,” ujar seorang petugas front office RSUD R.T. Notopuro yang enggan disebutkan namanya.
Peristiwa nahas itu sebelumnya menewaskan seorang santri bernama Ibrahim yang tertimpa reruntuhan. Musibah terjadi saat ratusan santri tengah melaksanakan salat Asar berjemaah di musala pondok.
Seorang santri bernama Wakid mengatakan, musala roboh ketika memasuki rakaat kedua.
“Diduga ada sekitar 100 santri yang melaksanakan ibadah salat Asar,” katanya.
Pengasuh Ponpes Al Khoziny, Nyai Murni, meminta doa dan kesabaran karena proses evakuasi masih berlangsung.
“Mohon maaf, saya belum berani menyampaikan informasi detail karena evakuasi masih berjalan. Saat ini penanganan dari petugas kesehatan dan TNI sudah sangat baik. Kami mohon doa,” ujarnya.
Ketua RT setempat, Munir, menuturkan bahwa musala yang roboh itu masih dalam tahap pembangunan, namun sudah digunakan untuk ibadah. Ia mengatakan, beberapa santri masih terdengar meminta tolong dari dalam reruntuhan.

















