Seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Purbalingga, Jawa Tengah, Ahmad Fauzun, meninggal dunia di Cape Verde, Afrika. Foto: Ilustrasi/Ist
PURBALINGGA, (ERAKINI) – Seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Purbalingga, Jawa Tengah, Ahmad Fauzun (61), meninggal dunia di Cape Verde, Afrika. Keluarga hingga kini harap–harap cemas menunggu kepulangan jenazah almarhum dan berharap bantuan dari Kementerian Luar Negeri () RI maupun Kementerian Pelindungan (P2MI).
Ahmad Fauzun yang selama ini berprofesi sebagai pelaut, diketahui meninggal saat menjalani operasi karena sakit di Rumah Sakit Alto Santo Antonio, Mindelo, Sao Vicente, Cape Verde, pada Selasa, 4 November 2025. Almarhum merupakan warga Dusun Tobong, RT 001/RW 004, Desa Tunjungmuli, Kecamatan Karangmoncol, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah. Hingga Selasa (11/11/2025), jenazah Fauzun belum juga tiba di Tanah Air, sebagaimana dijanjikan pihak perusahaan penyalur.
Lili Nur Latifah mewakili keluarga Ahmad Fauzun menjelaskan, almarhum berangkat untuk bekerja di kapal pesiar melalui PT Paloma Sejati Bekasi, yang beralamat di Jalan Duta Utama III No 11, RT 005 RW 010, Harapan Baru, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi, Jawa Barat.
Lili mengatakan, pihak keluarga menerima kabar bahwa jenazah akan dipulangkan ke Purbalingga pada Senin (10/11/2025). Namun hingga kini, jenazah belum juga tiba dan tidak ada kepastian mengenai keberadaannya.
"Keluarga bingung karena jenazah Ahmad Fauzun yang menurut informasi dari PT Paloma Sejati Bekasi, akan dipulangkan ke Purbalingga pada Senin, 10 November 2025, ternyata belum datang," ujar Lili.
Keluarga, kata Lili, sudah berusaha mencari informasi mengenai posisi jenazah Fauzan, termasuk ke PT Paloma Sejati Bekasi. Namun, hingga kini belum mendapat kejelasan.
"Demikian juga Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Purbalingga, belum memberikan penjelasan. Keluarga berharap Kementerian Luar Negeri dan Kementerian P2MI segera membantu memulangkan jenazah ke Indonesia dan memberikan penjelasan ke keluarga," tandasnya.
Sementara itu, Juru Bicara Kemlu RI Arrmanatha mengaku belum mendapat informasi mengenai kabar meninggalnya WNI tersebut. Meski demikian, ia memastikan Kemlu akan menindaklanjuti.
"Saya akan minta Plt Direktur Perlindungan WNI untuk tindak lanjuti," katanya kepada Erakini.