Organisasi Parsadaan Marga Pulungan Sedunia akhirnya resmi terbentuk, Minggu (27/7/2025). Bahari Abbas Pulungan (dua dari kanan) terpilih menjadi ketua umum lewat pemungutan suara. Foto: Ist
SIPIROK, (ERAKINI) - OrganisasiParsadaan Marga Pulungan Sedunia (PMPS) akhirnya resmi terbentuk. Parsadaan ini terbentuk melalui pertemuan akbar keluarga besar marga Pulungan yang berlangsung di Sopo Namora Sumuran, Kelurahan Baringin, Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, Minggu (27/7/2025).
Ketua Panitia Muhammad Erwin Pulungan mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan yang sudah digelar sebelumnya di Kota Padangsidimpuan pada 20 Oktober 2014.
Menurut dia, ini adalah momentum bersejarah bagi seluruh marga Pulungan di seluruh Indonesia, bahkan dunia, akhirnya bisa bersatu dalam satu wadah organisasi.
"Ini semua adalah tonggak bersejarah bagi kita semua seluruh marga Pulungan dan anak borunya, untuk bersatu padu dan saling bahu-membahu, bantu-membantu demi kemajuan marga Pulungan dan anak borunya yang sekarang dan generasi yang akan datang," katanya.
Selama ini sebenarnya sudah terbentuk wadah marga Pulungan, namun baru bersifat regional di beberapa daerah. Kini, Parsadaan Marga Pulungan Dohot terbentuk secara nasional.
Pertemuan ini dihadiri puluhan keluarga marga Pulungan perwakilan dari berbagai daerah di Sumatera Utara, termasuk Jakarta, Dalam pertemuan akbar ini juga sekaligus digelar pemilihan ketua umum.
Pemilihan ketua umum berlangsung terbuka dan demokratis. Terdapat dua nama yang maju sebagai calon ketua umum, yakni Bahari Abbas Pulungan dan Ayub Sulaiman Pulungan.
Bahari Abbas merupakan putra Padang Lawas lulusan S1 Teknik Universitas Sumatera Utara (USU), dan S2 Industri Universitas Indonesia (UI). Ia juga menempuh pendidikan hukum, sehingga saat ini profesinya selain menggeluti perkebunan juga sebagai pengacara.
Sementara Ayub Sulaiman Pulungan kelahiran Bunga Bondar X, Sipirok, yang saat ini tinggal di Jakarta. Ayub Sulaiman lulus S1 Hukum dari Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung. Ayub awalnya berprofesi sebagai konsultan sebelum bergabung dengan BUMD DKI Jakarta. Tahun 2015 ia mengajukan pensiun dini lalu membuka usaha kafe kopi.
Sebelum pemungutan suara digelar, kedua calon terlebih dahulu menyampaikan visi dan misi. Setelah itu, dilanjutkan dengan pemungutan suara. Hasilnya, Bahari Abbas Pulungan memperoleh 46 suara, dan Ayub Sulaiman Pulungan mendapat 21 suara. Bahari Abbas pun ditetapkan sebagai ketua umum. Sementara Ayub Sulaiman berbesar hati menjadi wakil ketua umum.
Menjadi ketua umum, Bahari Abbas menegaskan sudah waktunya marga Pulungan kembali menunjukkan kehebatannya. "Inilah tonggak dimulainya kita bergerak Pulungan ini kembali. Dari dulunya itu hebat-hebat, kembali ke bawah. Sekarang kita akan maju lagi," tegasnya, yang sudah mempersiapkan sejumlah program kerja dalam menahkodai Parsadaan Marga Pulungan Sedunia periode 2025-2030.