Jenis sapi Limousin yan kerap menjadi pilihan hewan kurban bagi kalangan pejabat hingga pesohor di Tanah Air. Foto: Ilustrasi/Ist
JAKARTA, (ERAKINI) - Jenis sapi Limousin kerap menjadi pilihan hewan kurban bagi kalangan pejabat hingga pesohor Tanah Air. Walaupun harganya tergolong fantastis, sapi Limousin tetap laris manis setiap momen Hari Raya Idul Adha.
Ketua Umum Perhimpunan Peternak Sapi Kerbau Indonesia (PPSKI) Nanang Purus Subendo mengatakan, sapi kurban yang paling banyak diminati kalangan pejabat adalah kisaran harga Rp25 juta hingga Rp150 juta.
Lantas dari mana asal usul jenis sapi ini? Dirangkum dari berbagai sumber, Minggu (16/6/2024), sapi Limousin berasal dari daerah Limousin dan Marche di Perancis.
Sapi ini awalnya dikembang biakkan sebagai sapi pekerja. Namun, pada abad ke-19, diadakan pemilihan yang selektif untuk meningkatkan kualitas daging dari jenis sapi ini.
Sapi Limousin secara alami memiliki tanduk dan memiliki warna coklat gandum yang lebih terang. hingga warna merah keemasan yang lebih gelap.
Sapi Limousin berevolusi di wilayah Perancis yang beradaptasi dengan kondisi perbukitan lokal dari tanah asam dan granit yang mengalami mineralisasi lemah dengan variasi suhu yang besar.
Pada masa awal-awal pengembangan sapi limousine, sapi ini selain untuk diambil dagingnya juga dimanfaatkan sebagai hewan pekerja untuk aktivitas pertanian.
Sapi Limousin termasuk breed sapi besar dan memiliki kerangka bertulang yang kuat. Betina Limousin dewasa memiliki berat rata-rata 650 kg dan jantan dewasa hingga 1.000 kg.
Karakter fisik lainnya dari sapi Limosin dalah kepalanya yang cenderung lebih kecil. Selain itu, kepala sapi limosin juga mempunyai dahi yang lebar dengan moncong dengan ukuran yang lebih lebar. Tinggi sapi Limousin bisa mencapai 1,5 meter dan panjang badan 1,75 hingga 1.95 meter.
Di Indonesia sapi Limousin murni masih jarang dan umumnya hanya terdapat di balai pengembangan ternak. Sapi Limousin diperkenalkan di Indonesia sekitar tahun 1990-an sebagai bagian dari upaya untuk meningkatkan kualitas sapi lokal.
Hsil persilangan antara sapi Limousin dan sapi lokal Indonesia kemudian menghasilkan keturunan yang disebut Peranakan Limousin. Jadi, sapi Limousin yang dipelihara peternak Indonesia adalah Peranakan Limousin.
Peranakan Limousin ini mewarisi banyak keunggulan dari kedua induknya. Mereka memiliki kemampuan untuk tumbuh besar seperti sapi Limousin.
Selain itu, sapi-sapi ini juga dikenal dengan reproduksi yang baik, dengan tingkat kesuburan mencapai 98% dan kemampuan melahirkan yang sangat baik.
Sapi Peranakan Limousin juga memiliki ukuran tubuh yang besar, dengan berat badan yang berbeda antara jantan dan betina. Sapi jantan dewasa memiliki bobot badan hingga 1.100 kg dan sapi betina 575 kg.
Hingga saat ini sapi Limosin masih dikenal sebagai salah satu jenis sapi ternak yang menghasilkan daging berkualitas. Karakter dari daging sapi limosin adalah rendah lemak dan berotot.
Selain itu, daging sapi limosin juga lebih berwarna merah jika dibandingkan dengan sapi simental. Karena itu, tak heran jika Harga sapi Limousin bisa mencapai ratusan juta rupiah.