Selena Gomez terseret tuduhan penipuan yang dilayangkan sejumlah investor terkait platform kesehatan mental Wondermind, perusahaan yang didirikannya bersama sang ibu, Mandy Teefey.Foto: Getty via BBC
JAKARTA, (ERAKINI) —Selena Gomez terseret tuduhan penipuan yang dilayangkan sejumlah investor terkait platform kesehatan mental Wondermind, perusahaan yang didirikannya bersama sang ibu, Mandy Teefey, lima tahun lalu. Penyanyi sekaligus aktris tersebut dituduh melakukan penipuan dari lima investor yang mengklaim mengalami kerugian hampir USD1,2 juta atau sekitar Rp21 miliar.
Para investor menuduh Gomez melanggar kontrak karena tidak memberikan dukungan yang dijanjikan untuk mengembangkan perusahaan. Mereka mengklaim sejak awal diberi pemahaman bahwa Gomez akan terlibat aktif dalam membangun Wondermind dan menjalankan peran sebagai kepala pemasaran.
Para investor juga menilai keterlibatan Gomez merupakan salah satu daya tarik utama perusahaan. Mereka menyebut nama besar Gomez, merek yang bernilai miliaran dolar, serta pengaruhnya di media sosial menjadi bagian penting dari ekspektasi mereka ketika menanamkan modal.
Namun, Gomez menolak tuduhan tersebut. Melalui pengacaranya, Matthew Rosengart, Gomez meminta agar dirinya dikeluarkan dari perkara tersebut. Rosengart menilai tuduhan yang diarahkan kepada kliennya tidak memiliki dasar yang kuat.
"Tuduhan tersebut samar, digeneralisasi, dan saling bertentangan," kata Rosengart dikutip dari BBC, Sabtu (29/8/2026).
Ia menegaskan Gomez tidak pernah menyetujui untuk mengelola Wondermind maupun membuat komitmen seperti yang diklaim para investor. "Klaim terhadapnya tidak berdasar, jika bukan benar-benar tidak masuk akal," ujarnya.
Tim hukum Gomez bahkan mempertimbangkan langkah hukum lanjutan, termasuk meminta sanksi terhadap pihak penggugat.
Libatkan Ibu dalam Bisnis
Kasus ini menjadi sorotan bukan hanya karena nama besar Gomez, tetapi juga karena bisnis tersebut dibangun bersama ibunya.
Pengamat komunikasi krisis dan pendiri Honest London, Lauren Beeching, mengatakan keterlibatan anggota keluarga dalam bisnis memiliki risiko lebih tinggi dibandingkan hubungan bisnis biasa.
Menurut Beeching, kedekatan emosional dapat membuat batas antara hubungan keluarga, kepentingan bisnis, dan reputasi pribadi menjadi kabur.
"Hal itu dapat membuat batas antara hubungan pribadi dengan bisnis dan reputasi sang selebritas menjadi jauh lebih sulit dipisahkan," ujarnya.
Ia mengatakan tingkat kepercayaan dalam hubungan keluarga terkadang membuat seseorang tidak menerapkan mekanisme pengawasan seketat dalam hubungan komersial biasa.
Karena itu, Beeching menyarankan bisnis keluarga justru membutuhkan struktur yang lebih kuat. "Jika Anda menjalankan bisnis sebagai sebuah keluarga, saya justru akan membuat strukturnya lebih jelas dan lebih ketat, bukan sebaliknya," katanya.
Ia menyarankan pembagian tanggung jawab setiap pihak ditetapkan sejak awal, disertai pengawasan independen dan kesepakatan mengenai langkah yang harus ditempuh jika terjadi masalah.
"Hubungan keluarga tidak seharusnya menjadi struktur tata kelola sebuah perusahaan," tegasnya.
Belum Tentu Rusak Reputasi Gomez
Meski kasus tersebut berpotensi memunculkan pemberitaan negatif, Beeching menilai dampaknya terhadap reputasi Gomez belum tentu berlangsung lama.
Menurut dia, perhatian media terhadap kasus tersebut lebih banyak dipicu oleh status Gomez sebagai salah satu selebritas paling terkenal di dunia.
"Ini akan menjadi pemberitaan karena Selena Gomez sangat terkenal, tetapi saya tidak berpikir ini merupakan jenis berita yang secara khusus menarik perhatian audiens intinya," ujar Beeching.
Ia menekankan perbedaan antara sekadar menjadi sasaran pemberitaan negatif dan mengalami kerusakan reputasi secara permanen.
Bagi selebritas lain yang ingin mengembangkan bisnis menggunakan nama pribadi, Beeching memberikan peringatan agar tidak hanya memikirkan keuntungan reputasi bagi perusahaan.
"Sebelum meminjamkan nama Anda kepada sebuah perusahaan, jangan hanya bertanya apa yang bisa dilakukan reputasi Anda untuk bisnis tersebut. Tanyakan juga apa yang pada akhirnya bisa dilakukan bisnis itu terhadap reputasi Anda," katanya.