JAKARTA, (ERAKINI) - Menjadi artis dengan aktivitas yang padat bukan berarti harus mengesampingkan pendidikan. Sejumlah figur publik perempuan Indonesia justru mampu membuktikan bahwa karier di industri hiburan dapat berjalan beriringan dengan pendidikan hingga jenjang doktor.
Gelar doktor yang diraih bukan sekadar pencapaian akademik, tetapi juga menjadi bukti komitmen untuk terus belajar dan berkontribusi di bidang keilmuan masing-masing.
Berikut tiga artis perempuan Indonesia yang berhasil meraih gelar doktor.
1. Oki Setiana Dewi Oki Setiana Dewi dikenal sebagai aktris, penulis, pendakwah, presenter, dan produser. Namanya mulai dikenal luas setelah memerankan tokoh Anna dalam film Ketika Cinta Bertasbih pada 2009.
Di tengah kesibukannya di dunia hiburan dan dakwah, Oki tetap menaruh perhatian besar terhadap pendidikan. Bahkan, ia berhasil meraih dua gelar doktor dari dua perguruan tinggi berbeda.
Oki lahir di Batam, Kepulauan Riau, pada 13 Januari 1989. Ia merupakan putri pertama pasangan Sulyanto dan Yunifah Lismawati. Oki memiliki dua adik, yakni Shindy Kurnia Putri dan Ria Ricis.
Setelah menyelesaikan pendidikan di Batam dan Depok, Oki melanjutkan kuliah di Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia pada 2007 dengan mengambil jurusan Sastra Belanda.
Pendidikan Oki kemudian berlanjut ke jenjang magister di Universitas Negeri Jakarta (UNJ), jurusan Pendidikan Anak Usia Dini. Ia meraih gelar Magister Pendidikan pada 2016.
Pada tahun yang sama, Oki mulai menempuh pendidikan doktoral di dua perguruan tinggi sekaligus. Ia mengambil bidang Pengkajian Islam di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir di Institut PTIQ Jakarta.
Oki meraih gelar doktor dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta pada 2020. Dua tahun kemudian, ia kembali memperoleh gelar doktor dari Institut PTIQ Jakarta.
2. Ashanty
Penyanyi Ashanty juga menjadi salah satu artis perempuan Indonesia yang berhasil menyelesaikan pendidikan hingga jenjang doktor.
Istri Anang Hermansyah itu tidak hanya aktif di dunia hiburan, tetapi juga menjalani perjalanan akademik yang cukup panjang.
Ashanty lahir pada 4 November 1983. Ia merupakan anak bungsu dari lima bersaudara. Ayahnya, Soetjahjo Hasnoputro, pernah bekerja sebagai staf ahli UNICEF sehingga Ashanty sempat tinggal di sejumlah negara ketika masih kecil.
Ashanty menempuh pendidikan S1 Hubungan Internasional di Universitas Paramadina. Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan magister Manajemen di Universitas Bina Nusantara (Binus) dan menyelesaikannya pada 2018 dengan predikat sangat memuaskan.
Perjalanan akademiknya berlanjut ke jenjang doktoral. Pada 2023, Ashanty mulai menempuh pendidikan doktor di Universitas Airlangga (Unair) dengan bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia.
Setelah menyelesaikan disertasi berjudul Respons Adaptif Penyanyi Baby Boomers dan Generasi X Terhadap Transformasi Digital di Industri Musik Indonesia, Ashanty resmi meraih gelar doktor pada 13 Mei 2026.
3. Zee Zee Shahab
Aktris dan presenterZee Zee Shahab juga berhasil menyelesaikan pendidikan hingga jenjang doktor. Perempuan bernama lengkap Fauziah Shahab, S.H., M.Sn. itu meraih gelar doktor di bidang Seni dari Institut Seni Indonesia (ISI) Bali.
Zee Zee dinyatakan lulus setelah menjalani sidang terbuka pada 13 Februari 2026. Ia berhasil meraih predikat cumlaude.
Pencapaian tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan akademik sekaligus karier Zee Zee di dunia seni.
Perempuan kelahiran 31 Maret 1988 itu telah terjun ke industri hiburan sejak masih kecil. Ia merupakan anak pertama dari tiga bersaudara.
Bakat Zee Zee di dunia modeling terlihat sejak usia dini. Saat berusia 2 tahun, ia pernah meraih juara harapan pertama dalam ajang Balita Sehat di Jakarta.
Ketika berusia 3 tahun, Zee Zee bersama keluarganya pindah ke Palembang karena sang ayah bertugas di Polda Sumatera Selatan. Selama tinggal di Palembang, ia aktif mengikuti berbagai perlombaan modeling dan pernah menjadi juara umum Gadis Bujang Palembang saat berusia 5 tahun.
Setelah kembali ke Jakarta, Zee Zee semakin aktif mengikuti ajang modeling. Ia bahkan terpilih sebagai None Cilik Jakarta pada 1998.
Mengawali Karier sebagai Penyanyi Cilik
Zee Zee mengawali karier sebagai penyanyi cilik pada 1996. Setahun kemudian, ia mulai membintangi iklan, salah satunya iklan Choki-Choki.
Pada 1998, Zee Zee belajar akting di Sanggar Ananda pimpinan Aditya Gumay. Ia kemudian menjadi bagian dari generasi kedua Lenong Bocah.
Setahun berselang, Zee Zee bergabung dengan grup penyanyi cilik 4 Jelita bersama Marcella, Bella, dan Dhea. Grup tersebut dikenal melalui lagu "Papa, Jangan Merokok".