Rupiah Masih Melemah, Ekonom Senior: Berdampak Naiknya Inflasi Barang Impor!
Abdul Rahman Ahdori







Ekonom Senior Mari Elka Pangestu mengatakan, menurunnya nilai tukar rupiah jelas akan berdampak terhadap kantong warga Indonesia. Bahkan, kondisi ini dapat menaikkan angka inflasi, terutama pada barang-barang impor.
Eks Direktur Pelaksana Bank Dunia ini menjelaskan, penyebab menguatnya dolar AS beberapa hari terakhir dipicu sentimen negatif pelaku pasar keuangan. Sentimen tersebut disebabkan karena memanasnya tensi perang di Timur Tengah, tepatnya konflik Iran vs Israel.
Ia menegaskan, melemahnya rupiah jelas bisa memperburuk pasar global, termasuk Indonesia karena inflasi yang akan merangkak naik.
"Impor akan terpengaruh dari segi kita karena net importir minyak. Dengan harga lebih tinggi itu tentu peningkatan dari pengeluaran impor juga akan terjadi, ini yang dari segi makro perlu kita waspadai," ucapnya saat menjadi narasumber acara talk show salah satu stasiun televisi swasta, Rabu (17/4/2024) kemarin.
Sebagai upaya terkendalinya kondisi ekonomi nasional, Mari mengingatkan semua pihak untuk memperhatikan beberapa jenis barang impor seperti minyak mentah. Menurut dia, tingginya harga minyak mentah bisa berpengaruh terhadap harga pangan di berbagai negara, termasuk Indonesia.
"Misal harga beras ini bulan-bulan yang harusnya panen tapi apakah el-nino akan ada pengaruh ke panen nya sehingga apakah produksi kita cukup. Dalam keadaan inflasi meningkat saat harga minyak naik kita perlu jaga harga-harga lain tidak meningkat," ujarnya.

