Waspadai Uang Palsu Jelang Lebaran, Jangan Tukar Sembarangan!
Abdul Rahman Ahdori
JAKARTA, (ERAKINI) - Tradisi menukar uang rupiah di Indonesia setiap menjelang lebaran tidak pernah ditinggalkan oleh masyarakat, terkhusus mereka yang akan mudik ke kampung halamannya masing-masing. Meningkatnya minat menukar uang di Indonesia, berdampak pada menjamurnya jasa penukaran di pinggir-pinggir jalan raya.
Namun, terkadang situasi ini dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk menipu dengan modus penukaran uang dari Bank Indonesia (BI), padahal uang tersebut merupakan uang tiruan alias uang palsu. Kondisi ini jelas merugikan masyarakat.
Karena itu, BI mengingatkan seluruh masyarakat agar tidak sembarangan melakukan penukaran uang di lokasi yang tidak resmi. Pasalnya, hingga kini BI masih mendeteksi adanya peredaran uang palsu di tengah masyarakat.
Biasanya, untuk memastikan masyarakat bisa mendapatkan uang pecahan asli dan layak edar, BI menggandeng sejumlah bank nasional dan membuka sekitar 1.000 lokasi layanan penukaran uang resmi di berbagai wilayah Indonesia.
Fasilitas ini tak hanya tersedia di jalur mudik, tapi juga menjangkau daerah-daerah terpencil.
BI menyebut, penukaran di lokasi resmi menawarkan banyak manfaat, seperti jaminan keaslian uang dan bebas biaya tambahan yang sering dipungut oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab.
Kenali 13 ciri keaslian uang rupiah
Masyarakat bisa mengenali keaslian uang rupiah dengan memperhatikan 13 fitur keamanan berikut, baik dengan mata telanjang maupun menggunakan alat bantu seperti sinar ultraviolet atau kaca pembesar:
Uang kertas rupiah dicetak di atas kertas berbahan serat kapas.


















