Ngeri! Rupiah Jebol hingga di Angka Rp18.000 per Dolar AS Kamis 4 Juni 2026
Akhmad Baihaqi Arsyad
JAKARTA, (ERAKINI) – Nilai tukar rupiah kembali mengalami tekanan signifikan terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Pada perdagangan Kamis (4/6/2026) pagi, mata uang Indonesia melemah hingga menembus level Rp18.021 per dolar AS, berdasarkan data terbaru dari Google Finance.
Pelemahan tersebut menempatkan rupiah pada salah satu titik terendah dalam beberapa periode terakhir sekaligus menandai tembusnya batas psikologis penting di kisaran Rp18.000 per dolar AS yang selama ini menjadi perhatian pelaku pasar.
Tekanan terhadap mata uang Garuda dipicu oleh menguatnya sentimen positif terhadap perekonomian Amerika Serikat. Sejumlah indikator ekonomi terbaru menunjukkan kondisi ekonomi Negeri Paman Sam masih cukup solid, sehingga mendorong investor global kembali memburu aset berbasis dolar.
Data pasar tenaga kerja AS yang lebih baik dari perkiraan serta peningkatan aktivitas sektor jasa yang tercermin dalam laporan Institute for Supply Management (ISM) menjadi faktor utama yang memperkuat posisi dolar di pasar internasional.
Kondisi tersebut meningkatkan keyakinan pelaku pasar terhadap ketahanan ekonomi AS di tengah berbagai ketidakpastian global. Akibatnya, arus modal cenderung bergerak menuju instrumen yang dianggap lebih aman dan menguntungkan, termasuk aset berbasis dolar AS.
Penguatan dolar kemudian memberikan tekanan berantai terhadap berbagai mata uang negara berkembang, termasuk yang kembali kehilangan daya tahan di pasar valuta asing.
















