Presiden Prabowo Subianto disaksikan Ketua DPR RI Puan Maharani dan Ketua DPD Sultan Baktiar Najamudin, menandatangani dokumen RAPBN 2026 dan Nota Keuangan usai menyampaikan Pidato Kenegaraan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (15/8/2025). Foto: YouTube DPR RI
Dalam rancangan tersebut, Prabowo mengusulkan belanja negara sebesar Rp3.786,5 triliun dan menargetkan pendapatan negara sebesar Rp3.147,7 triliun. Dengan demikian, terdapat defisit anggaran sebesar Rp638,8 triliun atau 2,48 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
Prabowo dalam pidato kenegaraannya mengatakan bahwa arsitektur APBN 2026 merupakan implementasi dari visi dan misinya bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang diarahkan untuk mewujudkan Indonesia tangguh, mandiri dan sejahtera.
"Ketangguhan adalah fondasi terciptanya kemandirian dan kesejahteraan rakyat. Kita akan perkuat ketahanan pangan, energi, ekonomi, dan pertahanan," ujar Presiden.
Prabowo menegaskan bahwa Pasal 33 Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 adalah rancang
bangun pemerintahannya dalam membangun bangsa. Dimana kekayaan negara dan cabang produksi penting, harus dikuasai oleh negara untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Artinya, negara harus hadir, melindungi warga yang tidak mampu, dan menciptakan rasa aman bagi semua.
"APBN instrumen untuk mewujudkan ekonomi tangguh, mandiri, dan sejahtera. APBN harus digunakan untuk sebesar-besarnya kesejahteraan rakyat Indonesia," katanya.
1. Wujudkan Ketahanan Pangan
Prabowo mengalokasikan anggaran untuk Lumbung Pangan dan Cadangan Pangan sebesar Rp53,3
triliun. Lalu, subsidi pupuk Rp46,9 triliun untuk 9,62 juta ton pupuk. Pemerintah juga memangkas 145 regulasi penyaluran pupuk yang rumit.
Bulog diperkuat sebagai penyangga stok pangan, pelindung petani dan penjaga daya beli masyarakat. Pemerintah mengalokasikan Rp22,7 triliun untuk Bulog melakukan tugasnya. Secara keseluruhan, Prabowo mengalokasikan anggaran Rp164,4 triliun untuk penguatan ketahanan pangan nasional.
2. Perkuat Ketahanan Energi
Prabowo ingin produksi minyak dan gas ditingkatkan, harga energi dijaga, dan transisi menuju energi bersih dipercepat. Berbagai dukungan APBN untuk penguatan ketahanan energi ditempuh melalui subsidi energi, insentif perpajakan, pengembangan EBT, serta penyediaan listrik desa. Secara keseluruhan, di tahun 2026 dukungan fiskal untuk ketahanan energi sebesar Rp402,4 triliun.
3. Bangun Generasi Unggul melalui Makan Bergizi Gratis (MBG)
Prabowo membeberkan, program MBG telah dilaksanakan di seluruh Provinsi dan terus dibangun agar menjangkau seluruh pelosok negeri. MBG ditargetkan mampu menjangkau 82,9 juta siswa, ibu hamil, dan balita akan menerima manfaat asupan gizi optimal melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi yang dibangun di seluruh pelosok negeri.
Ke depan, program ini akan efektif memberi manfaat lebih luas dan optimal bagi masyarakat. Anggaran untuk MBG tahun 2026 dialokasikan sebesar Rp335 triliun.
4. Wujudkan Pendidikan Bermutu
Prabowo menegaskan bahwa pendidikan adalah senjata paling ampuh untuk mencetak SDM unggul dan berdaya saing global. Pemerintah berkomitmen memenuhi anggaran pendidikan 20 persen atau sebesar Rp757,8 triliun di tahun 2026, terbesar sepanjang sejarah Indonesia.
Pemerintah menyiapkan beasiswa bagi siswa/mahasiswa dengan Program Indonesia Pintar (PIP) untuk 21,1 juta siswa, dan KIP Kuliah untuk 1,2 juta mahasiswa. Lalu, untuk peningkatan kualitas fasilitas sekolah/kampus dialokasikan sebesar Rp150,1 triliun; gaji guru, penguatan kompetensi dan kesejahteran guru serta dosen dialokasikan Rp178,7 triliun; serta Tunjangan Profesi Guru Non-PNS dan Tunjangan Profesi Guru ASN Daerah disiapkan secara memadai.
Sekolah Rakyat dan Sekolah Unggul Garuda juga diperkuat dan mendorong LPDP untuk menyediakan beasiswa lebih masif di berbagai universitas terbaik dunia. Tahun 2026 LPDP ditargetkan dapat memberikan beasiswa sebanyak 4.000 mahasiswa.
5. Kesehatan Berkualitas yang Adil dan Merata
Prabowo mengatakan bahwa pelayanan kesehatan adalah hak setiap warga negara. Maka itu, anggaran kesehatan dipusatkan memperkuat efektivitas dan memperluas akses layanan asuransi kesehatan dengan Program Jaminan Kesehatan Nasional.
Anggaran kesehatan diutamakan untuk meringankan beban masyarakat, merevitalisasi rumah sakit, mempercepat penurunan stunting, memberikan bantuan gizi untuk balita dan ibu hamil, mengendalikan penyakit menular, menurunkan tuberkulosis, Cek Kesehatan Gratis (CKG), serta meningkatkan fasilitas kesehatan.
Masyarakat miskin dan rentan dijamin memperoleh layanan kesehatan yang berkualitas. Setiap tahun, pemerintah menanggung sepenuhnya biaya asuransi kesehatan bagi 96,8 juta jiwa masyarakat miskin dan rentan. Secara keseluruhan, anggaran kesehatan tahun 2026 dialokasikan Rp244 triliun.
6. Menghidupkan Perekonomian Rakyat melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih
Desa menjadi tulang punggung ekonomi kerakyatan. Untuk itu, pemerintah akan percepat pembangunan desa mandiri, Koperasi dan UMKM, dengan berlandaskan semangat gotong royong. Saat ini 80 ribu Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih telah terbentuk dan siap mempermudah masyarakat desa mengakses sembako, logistik, pupuk, hingga layanan keuangan.
Pemerintah telah menyiapkan pendanaan murah melalui Bank Himbara agar Koperasi Desa/
Kelurahan Merah Putih dapat memperoleh akses pembiayaan dengan bunga yang rendah. Hal ini adalah pendekatan baru yang akan menghidupkan ekonomi lokal di pedesaan, memotong rantai distribusi logistik yang rumit, menciptakan lapangan kerja baru dan menghapus kemiskinan sekaligus memperkuat ketahanan pangan di desa.
7. Perkuat Pertahanan Semesta untuk Menjaga Kedaulatan Bangsa
Menurut Prabowo, pertahanan yang kuat adalah fondasi kedaulatan, bukan hanya militer, tapi juga ketahanan ekonomi, sosial, dan politik. Semua itu menjadi basis terwujudnya kesejahteraan rakyat.
Untuk itu, pemerintah akan modernisasi alat utama sistem pertahanan, dan memperkuat komponen cadangan. Pemerintah akan memberdayakan industri strategis nasional serta kesejahteraan para prajurit patriot bangsa.
8. Percepat Investasi dan Perdagangan Global
Peran Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) dan swasta akan semakin diperkuat sebagai motor penggerak ekonomi. Melalui Danantara, Prabowo ingin memperkuat investasi produktif dan wujudkan Indonesia lebih kuat dalam rantai pasok dunia.
Berbagai proyek hilirisasi dengan nilai investasi sekitar USD 38 miliar akan dipercepat. Proyek ini mencakup berbagai sektor, termasuk pertambangan mineral dan batu bara, pertanian, perikanan, serta energi; antara lain hilirisasi batu bara, timah, dan ekosistem baterai.
Selain itu, program 3 juta rumah untuk rakyat diberikan melalui berbagai skema, antara lain Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sebanyak 350 ribu unit rumah, dukungan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di pedesaan, perkotaan dan pesisir. Termasuk dukungan kredit untuk kontraktor dalam mendukung pembangunan rumah yang layak huni dan terjangkau.