Penekanan PresidenJokowi tersebut sejalan dengan tujuan penyelenggaraan pameran APKASI Procurentment Network (APN) 2024. “Kementerian Keuangan sudah sangat sulit mengumpulkan pajak, kemudian uangnya dikirimkan ke daerah. Lalu pemerintah daerah belanja produk impor. Ini tidak benar. Harus belanjakan produk dalam negeri,” tutur PresidenJokowi, Rabu (10/7/2024).
Adapun serapan penggunaan produk dalam negeri saat ini, kata Jokowi, baru 41%. Sementara sebanyak 59% masih produk impor. “Saya cek, pemerintah kabupaten masih kecil penggunaan produk dalam negerinya. Pada kesempatan ini saya minta agar mulai membeli produk dalam negeri,” kata Presiden mengingatkan.
Sementara itu, Ketua Umum Apkasi Sutan Riska Tuanku Kerajaan dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan penghormatannya kepada PresidenJokowi yang setia hadir dalam setiap acara-acara APKASI.
“Izinkan saya mewakili seluruh Bupati dan Dewan Pengurus Apkasi menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Bapak Presiden Ir. Joko Widodo, yang selalu memberikan perhatian kepada Apkasi dan selalu hadir dalam pembukaan acara-acara besar Apkasi,” terang Sutan Riska.
Sutan Riska yang juga merupakan Bupati Dharmasraya ini menambahkan bahwa betapa terpuruknya sendi-sendi perekonomian Indonesia pada saat pandemi Covid-19 melanda Indonesia dan dunia.
“Namun, dengan kebijakan yang Bapak PresidenJokowi implementasikan bersama segenap jajaran melalui tag line ‘recover together, recover stronger’, dalam kurun waktu kurang dari 2 tahun, perekonomian Indonesia kembali menguat,” ujarnya.
Pihaknya juga mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Menteri Dalam Negeri yang selalu mengingatkan untuk mengendalikan inflasi daerah.
“Melalui rapat pengendalian inflasi yang digelar seminggu sekali. Sehingga, perekonomian daerah dapat stabil pasca pandemi Covid-19,” imbuhnya.
Pembukaan acara ini turut dihadiri beberapa Menteri Kabinet Indonesia Maju, diantaranya Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, Menteri Keuangan, Sri Mulyani, Menteri Sekretaris Kabinet, Pramono Anung, dan Menteri Koperasi dan UMKM, Teten Masduki.