Buka Rakernas APKASI, Jokowi: 5 Tahun Terakhir Masa Sulit, Ekonomi RI Masih Tumbuh 5,11%
Akhmad Baihaqi Arsyad







Dalam kesempatan itu Presiden Jokowi menyampaikan bahwa 5 tahun terakhir ini merupakan masa yang sulit. Banyak hambatan yang dilalui oleh semua negara-negara di dunia. Namun, Indonesia dapat bertahan dan bahkan ekonomi Indonesia masih tumbuh di atas 5 persen di kuartal pertama tahun 2024.
“Dan ekonomi kita masih tumbuh 5,11 persen di kuartal pertama tahun 2024. Sangat sulit sekarang ini, negara-negara bisa bertahan dengan growth di atas 5 persen. Dan juga inflasi yang bisa kita kendalikan terakhir di bulan Juni 2,5 persen,” kata Jokowi dalam sambutannya, Rabu (10/7/2024).
“Saya kira kita merasakan semuanya bahwa dalam 5 tahun belakang ini adalah sebuah periode yang tidak mudah, sangat sulit, penuh tantangan,” katanya.
Jokowi menyebut bahwa tantangan dan hambatan itu seperti dari sisi kesehatan ada pandemi Covid-19. Kemudian dari sisi geopolitik, ada perang Rusia vs Ukraina dan Israel vs Palestina. Hal itu, kata dia, mempengaruhi harga minyak dan pangan dunia.
“Dari sisi kesehatan kita tahu ada pandemi covid, kemudian geopolitik, perang yang menyebabkan harga minyak naik dan turun, harga pangan naik dan turun,” katanya.
Selain itu, lanjut Jokowi, ada juga dari sisi lingkungan yaitu gelombang panas, El Nino, dan La Nina yang menyebabkan banyak sekali krisis. “Baik krisis kesehatan krisis ekonomi, krisis pangan, krisis keuangan, dan krisis kemanusiaan," katanya.
Namun demikian, Jokowi menyebut bahwa patut disyukuri bahwa Indonesia mampu bertahan dan melewati semua hambatan dan tantangan itu.
Lebih lanjut, presiden Jokowi di hadapan para bupati mewanti-wanti agar semua menggunakan produk dalam negeri. "Perlu saya ingatkan beli produk-produk kita sendiri, mengumpulkan anggaran itu agak sulit sekali, jadi gunakan seratus persen untuk pengadaan barang dan jasa produk dalam negeri," katanya.

