Suku Bunga Turun, Kredit Belum Cair Masih Capai Rp2,51 Kuadriliun
Thomas Pulungan
JAKARTA, (ERAKINI) – Bank Indonesia (BI) menyoroti masih besarnya fasilitas kredit yang belum dicairkan atau undisbursed loan yang mencapai Rp2,51 kuadriliun pada November 2025. Nilai tersebut setara 23,18 persen dari total plafon kredit yang tersedia di perbankan.
Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, kondisi tersebut mencerminkan permintaan kredit yang masih belum kuat. Dampaknya, pertumbuhan kredit pada 2025 diperkirakan berada di batas bawah kisaran 8–11 persen secara tahunan (year-on-year/yoy), dan baru berpotensi meningkat pada tahun depan.
“Permintaan kredit terindikasi belum kuat, dipengaruhi perilaku wait and see pelaku usaha, optimalisasi pembiayaan internal korporasi, serta penurunan suku bunga kredit yang masih berlangsung lambat,” kata Perry di Jakarta, Rabu (17/12/2025).
Padahal, BI telah memangkas suku bunga acuan (BI-Rate) secara agresif sebesar 125 basis poin sepanjang 2025 hingga berada di level 4,75 persen.
Sejalan dengan itu, suku bunga deposito satu bulan turun 67 basis poin, dari 4,81 persen pada awal tahun menjadi 4,14 persen pada November 2025. Namun, penurunan suku bunga kredit perbankan berjalan lebih lambat, yakni hanya turun 24 basis poin dari 9,20 persen menjadi 8,96 persen pada periode yang sama.

















