Perum Peruri resmi memiliki nakhoda baru. Letjen TNI (Purn) Teguh Arief Indratmoko ditunjuk sebagai Direktur Utama (Dirut) menggantikan Dwina Septiani Wijaya. Foto: Ist
JAKARTA, (ERAKINI) — Perum Percetakan Uang Republik Indonesia (Peruri) resmi memiliki nakhoda baru. Letjen (Purn) Teguh Arief Indratmoko ditunjuk sebagai Direktur Utama () menggantikan Dwina Septiani Wijaya.
Penunjukan tersebut ditetapkan melalui Surat Keputusan Badan Pengelola BUMN Nomor 345 Tahun 2026 dan Nomor 346 Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Direktur Utama serta Ketua Dewan Pengawas Peruri yang ditetapkan pada 15 Juli 2026.
Penugasan ini menambah daftar kiprah Teguh setelah lebih dari tiga dekade berkarier di lingkungan TNI Angkatan Darat (AD). Dirangkum Erakini, Kamis (16/72026), purnawirawan jenderal bintang tiga itu dikenal memiliki pengalaman panjang di satuan elite Komando Pasukan Khusus (Kopassus) hingga menduduki berbagai jabatan strategis di TNI.
Lahir pada 19 Desember 1965, Teguh merupakan lulusan Akademi Militer (Akmil) 1988 dari kecabangan Infanteri Kopassus. Sebelum menempuh pendidikan militer, ia mengenyam pendidikan di SMP Negeri 1 Sokaraja dan SMA Bruderan Purwokerto.
Sepanjang kariernya, Teguh menempati berbagai posisi penting, mulai dari Komandan Batalyon Infanteri 122/Tombak Sakti, Komandan Grup 2 Kopassus, Komandan Resor Militer 022/Pantai Timur, hingga Komandan Resor Militer 091/Aji Surya Natakesuma.
Kariernya terus menanjak ketika dipercaya menjadi Wakil Komandan Pasukan Pengamanan Presiden (Wadanpaspampres). Kemudian menjabat Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) Iskandar Muda, Asisten Intelijen Kepala Staf Angkatan Darat (Asintel Kasad), Komandan Pusat Teritorial Angkatan Darat (Danpusterad), hingga Danjen Akademi TNI.
Selama menjalani karier militer, Teguh juga menempuh berbagai pendidikan pengembangan, di antaranya Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad), Sesko TNI, serta Program Pendidikan Reguler Lemhannas RI pada 2014.
Usai memasuki masa purnatugas, Teguh tetap aktif dalam berbagai kegiatan kebangsaan. Ia dipercaya menjadi Ketua Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN), organisasi yang dibentuk untuk memperkuat persatuan dan kolaborasi masyarakat dalam mendukung pembangunan nasional.
Kini, pengalaman kepemimpinan yang ditempa di dunia militer menjadi modal bagi Teguh untuk memimpin Peruri. Sebagai perusahaan BUMN yang mengemban tugas strategis dalam pencetakan uang rupiah, dokumen sekuriti, serta pengembangan layanan keamanan digital, Peruri menghadapi tantangan transformasi bisnis di tengah pesatnya perkembangan teknologi.