Merchant QRIS di Jateng Tumbuh Pesat, Tembus 4,2juta Pengguna
Eka Setiawan
SEMARANG, (ERAKINI) – Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah mencatat sistem pembayaran digital di provinsi ini berkembang pesat. Digitalisasi pembayaran menggunakan QRIS terus tumbuh mulai dari pengguna, volume transaksi hingga jumlah merchantnya.
Data teranyar, di Jateng hingga September tahun ini pengguna QRIS di Jateng mencapai 8,04 juta pengguna, dengan 846,3juta transaksi, sementara merchant QRIS tercatat ada 4,2juta merchat.
Jumlah itu menempatkan Jateng sebagai pengguna QRIS terbanyak ke-3 di Indonesia tumbuh 12,34 persen year on year (yoy) dan nomor 4 terbanyak di Indonesia dari segi volume transaksi tumbuh 167,52 persen yoy dan jumlah merchant QRIS yang ada, tumbuh 23,25 persen yoy.
“Volume transaksi 846,3juta itu senilai Rp2,7triliun,” kata Kepala Kantor Perwakilan BI Jateng Rahmat Dwisaputra saat kegiatan media briefing di Kota Semarang, Rabu (19/11/2025) petang.
BI mencatat transaksi QRIS di Jateng terkonsentrasi di Kota Semarang secara nominal dengan prosentase 62,42persen, volume transaksi 65,04persen dan persebaran merchant 21,33 persen. Terdapat perbedaan sebaran volume transaksi dan merchant QRIS antara Kota Semarang dan kota lainnya di Jateng.
“UMKM mendominasi sebaran merchant QRIS,” lanjut Rahmat.
Dia melanjutkan, dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi, Bank Indonesia terus memperkuat efektivitas dan efisiensi sistem pembayaran melalui percepatan digitalisasi. Ekosistem digital juga diperkuat melalui perluasan QRIS Antarnegara (Jepang dan Korea) serta program QRIS TAP di sektor transportasi publik yang mendorong lonjakan penggunaan secara signifikan.

















