Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana (Foto: Kementerian Pariwisata)
JAKARTA, (ERAKINI) - Kementerian Pariwisata menyatakan dukungan penuh terhadap upaya Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan Badan Pengelola Geopark Kaldera Toba dalam menindaklanjuti rekomendasi UNESCO. Pernyataan ini disampaikan menyusul pemberian peringatan yellow card atau kartu kuning kepada Geopark Kaldera Toba oleh Global Geoparks pada sebuah pertemuan di Maroko, September 2023 lalu.
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana, menegaskan bahwa status UNESCO Global Geopark merupakan pengakuan internasional yang membawa tanggung jawab besar dalam pengelolaan kawasan secara berkelanjutan.
“Kementerian Pariwisata Republik Indonesia sangat mendukung upaya Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan Badan Pengelola Geopark Kaldera Toba untuk memenuhi rekomendasi UNESCO,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (16/5/2025).
Widiyanti menambahkan, kementeriannya berkomitmen untuk mendampingi dan memfasilitasi pemerintah daerah dalam memenuhi setiap persyaratan dan rekomendasi UNESCO.
“Geopark Kaldera Toba memiliki potensi luar biasa. Kami berharap pengelolaannya yang berkelanjutan akan membawa manfaat besar bagi masyarakat lokal dan sektor pariwisata Indonesia,” katanya.
Dalam rangka percepatan perbaikan, Kemenparekraf turut mengundang General Manager Badan Pengelola Kaldera TobaUNESCO Global Geopark, Dr Azizul Kholis, untuk memberikan asistensi teknis dan menjelaskan perkembangan terkini terkait kartu kuning yang diberikan UNESCO.
Dalam diskusi yang berlangsung di kantor Kemenparekraf, Azizul menyampaikan bahwa pihaknya memerlukan waktu sekitar dua bulan untuk melakukan pembenahan sesuai dengan assessment baru dari UNESCO, yang dijadwalkan berlangsung pada 15 Juli 2025. Ia menyatakan optimismenya bahwa kerja sama lintas sektor akan membawa hasil positif.
“Gubernur Sumatera Utara telah memberikan atensi tinggi untuk mengembalikan posisi Geopark Kaldera Toba ke status green card,” ujar Azizul.
Sebelumnya, dalam pertemuan UNESCO Global Geopark di Maroko pada 4—5 September 2023, Kaldera Toba bersama empat geopark lainnya, yakni Gua Zhijindong (Tiongkok), Taman Nasional Regional Luberon (Prancis), Madonie (Italia), serta Colca y Volcanes de Andagua (Peru), mendapat peringatan berupa kartu kuning.
Peringatan ini diberikan karena adanya sejumlah kriteria UNESCO yang belum terpenuhi oleh pengelola.
Deputi Destinasi dan Infrastruktur Kementerian Pariwisata, Hariyanto, menegaskan bahwa kementerian telah mengambil langkah konkret agar rekomendasi tersebut dapat segera ditindaklanjuti.
“Geopark Kaldera Toba yang memiliki potensi besar sebagai destinasi pariwisata berkelanjutan harus dikelola dengan cermat dan sesuai standar internasional UNESCO,” ucapnya.
Kementerian Pariwisata juga akan terus memantau progres perbaikan di kawasan Geopark Kaldera Toba serta memastikan pelaksanaan prinsip-prinsip pelestarian alam dan pemberdayaan masyarakat lokal berjalan selaras dengan ketentuan yang berlaku.