Emas Perhiasan Jadi Pemicu Utama Inflasi Semester I-2025
Thomas Pulungan
JAKARTA, (ERAKINI) - Emas perhiasan menjadi komoditas utama pemicu kenaikan inflasi dalam semester I-2025. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tingkat inflasi hingga Juni 2025 mencapai 1,38 persen secara year-to-date (ytd), lebih tinggi dibandingkan semester I-2023 sebesar 1,24 persen dan 1,07 persen pada periode yang sama tahun 2024.
“Selama semester I tahun 2025, komoditas yang sering muncul sebagai penyumbang inflasi bulan ke bulan (month-to-month/mtm) adalah emas perhiasan, yang muncul enam kali dalam satu semester ini,” ungkap Deputi Statistik Bidang Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini, dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (1/7/2025).
Pudji menjelaskan bahwa emas perhiasan telah mengalami inflasi secara konsisten sejak September 2023, seiring dengan tren kenaikan harga emas global dan lokal. Hal ini mencerminkan status emas sebagai safe haven atau aset lindung nilai di tengah ketidakpastian ekonomi dan geopolitik.
Naiknya harga emas secara signifikan sepanjang 2025 dipengaruhi oleh berbagai faktor eksternal, termasuk pengumuman kebijakan tarif oleh Donald Trump yang memicu ketidakpastian ekonomi global serta risiko resesi, terutama di Amerika Serikat.
Selain itu, memanasnya konflik perdagangan antara AS dan China turut memperkuat minat terhadap emas sebagai aset yang dianggap paling aman dalam kondisi krisis. Akibatnya, menjadi salah satu komoditas yang paling banyak berkontribusi terhadap dalam negeri.

















