Dari Lembah Tidar ke Bank Ternama, Votivia Mardinna Ungkap Kunci Sukses Karier Perempuan
Thomas Pulungan
JAKARTA, (ERAKINI) - Perjalanan karier perempuan bukan semata tentang kemampuan, kerja keras, dan keberanian mengambil peluang. Ada dukungan dari orang-orang di sekitar yang kerap menjadi kekuatan untuk terus bertumbuh, melewati tantangan, dan melangkah lebih jauh.
Dukungan itu bisa datang dari keluarga, sahabat, rekan kerja, maupun lingkungan yang memberikan ruang bagi perempuan untuk belajar, berkembang, dan mengambil keputusan. Terkadang, kepercayaan sederhana dari orang lain justru menjadi pemantik keberanian untuk menghadapi tantangan yang lebih besar.
Hal itulah yang menjadi bagian penting dalam perjalanan karier Votivia Mardinna, profesional perempuan yang kini menjabat sebagai Senior Executive Strategy & Performance Officer di Bank Mandiri.
Votivia Mardinna merupakan alumni SMA Taruna Nusantara tahun 2004 (TN 12). Setelah lulus dari gemblengan Lembah Tidar, Votivia melanjutkan pendidikan Sarjana Ekonomi di Universitas Gadjah Mada (UGM). Ia lulus dari UGM tahun 2008 dengan predikat cumlaude atau IPK 3,73.
Perempuan asal Jakarta berusia 39 tahun ini memiliki pengalaman kerja dengan bidang yang beragam. Ia memiliki kemampuan tentang aplikasi TI perbankan dan proses bisnis. Ia berpengalaman dalam proyek integrasi merger, business intelligence, tata kelola data, perbaikan proses bisnis, hingga manajemen sumber daya manusia (SDM).
Ia mengawali kariernya di Accenture sebelum bergabung dengan Bank Mandiri pada 2012. Sejak saat itu, perjalanan profesionalnya terus berkembang, dari bidang teknologi dan bisnis hingga human capital serta transformasi organisasi.
Lebih dari satu dekade berkarier di industri perbankan, Votivia terlibat dalam berbagai bidang strategis, mulai dari pengembangan talenta, penyusunan strategi organisasi, manajemen kinerja, hingga transformasi sumber daya manusia. Di tengah perjalanan tersebut, ia juga memberikan perhatian pada upaya pemberdayaan perempuan.
Bagi Votivia, perjalanan karier bukan hanya tentang seberapa jauh seseorang melangkah, tetapi juga bagaimana ia mengenali potensi diri, menemukan lingkungan yang mendukung, dan turut menguatkan orang lain.
Dari pengalaman tersebut, Votivia membagikan tiga hal yang dapat menjadi bekal bagi perempuan untuk membangun perjalanan karier yang lebih kuat dan bermakna.
1. Berani Mengenali Potensi Diri
Setiap perempuan memiliki kekuatan dan kemampuan yang dapat terus dikembangkan. Mengenali potensi diri menjadi langkah awal untuk menentukan arah, memahami kelebihan, sekaligus mengetahui hal-hal yang masih perlu dipelajari.
Dengan pemahaman tersebut, perempuan dapat membangun kepercayaan diri untuk mengambil peluang, menghadapi tantangan, dan berani keluar dari zona nyaman. Sebab, kesempatan untuk berkembang sering kali datang ketika seseorang berani mempercayai kemampuannya sendiri.
2. Membangun Lingkungan yang Saling Mendukung
Perjalanan karier tidak selalu berjalan mulus. Ada masa ketika seseorang harus menghadapi tekanan, keraguan, atau keputusan sulit. Dalam situasi seperti itu, lingkungan yang suportif dapat menjadi tempat untuk mendapatkan perspektif, masukan, dan semangat untuk kembali melangkah.
Lingkungan yang sehat bukan sekadar memberikan pujian, tetapi juga membuka kesempatan untuk belajar, menghargai pendapat, dan mendorong seseorang berkembang tanpa harus kehilangan jati dirinya.
Bagi perempuan, dukungan semacam ini menjadi penting agar mereka memiliki ruang yang setara untuk menunjukkan kemampuan dan mengambil peran lebih besar.
3. Saling Menguatkan Sesama Perempuan
Perempuan tidak harus berjalan sendiri untuk mencapai keberhasilan. Saling berbagi pengalaman, membuka akses jejaring, dan memberikan dukungan dapat membantu perempuan lain melihat peluang yang mungkin sebelumnya terasa sulit dijangkau.
Ketika perempuan saling menguatkan, keberhasilan tidak lagi berhenti pada pencapaian individu. Pengalaman dan kesempatan yang dibagikan dapat menjadi jalan bagi perempuan lain untuk tumbuh, membangun kepercayaan diri, dan berani melangkah lebih jauh.
Semangat inilah yang membuat pemberdayaan perempuan memiliki makna lebih luas: bukan hanya membuka pintu bagi diri sendiri, tetapi juga membantu orang lain menemukan jalannya.
Menutup kisahnya, Votivia mengingatkan bahwa perjalanan karier perempuan tidak harus ditempuh seorang diri. Di balik langkah besar, sering kali ada dukungan sederhana yang memberikan keyakinan untuk terus maju.
Kepercayaan, kesempatan, dan dukungan yang tulus dapat menjadi modal penting bagi perempuan untuk mengenali potensinya, menghadapi tantangan, serta memberikan kontribusi yang lebih besar bagi lingkungan dan organisasi tempatnya berkarya.
“Saya percaya, perempuan bisa tumbuh lebih kuat ketika berada di lingkungan yang percaya pada kemampuannya. Dukungan kecil yang diberikan hari ini, bisa menjadi keberanian besar untuk melangkah esok hari,” ujar Votivia Mardinna, dikutip dari laman Srikandi BUMN Indonesia, Sabtu (17/10/2026).
Pada akhirnya, perjalanan karier yang bermakna bukan hanya tentang pencapaian yang berhasil diraih, melainkan juga tentang kesempatan untuk terus bertumbuh dan membantu perempuan lain melakukan hal yang sama.


















