Kurs Rupiah dan IHSG Perkasa Jelang Pidato Bos The Fed
Thomas Pulungan
JAKARTA, (ERAKINI) - Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap Dolar AS menguat setelah data PMI nonmanufaktur ISM Amerika Serikat (AS) dirilis lebih rendah dari perkiraan. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) juga menguat Rabu (6/3/2024) pagi.
Pada awal perdagangan Rabu pagi, rupiah dibuka naik 12 poin atau 0,08 persen menjadi Rp15.759 per Dolar AS dari sebelumnya sebesar Rp15.771 per dolar AS.
"Rupiah diperkirakan akan menguat terhadap Dolar AS yang melemah setelah data AS ISM service yang lebih rendah dari perkiraan," ujar analis mata uang Lukman Leong di Jakarta, melansir Antara, Rabu (6/3/2024).
PMI nonmanufaktur ISM atau ISM Services PMI Amerika Serikat pada Februari 2024 tercatat sebesar 52,6. Angka ini lebih rendah dari ekspektasi sebesar 53, dan turun dibandingkan pada Januari 2024 yang sebesar 53,4. Lukman memproyeksikan rupiah akan bergerak di kisaran Rp15.700 dengan Rp15.800 per Dolar AS.
Laporan Indeks Manajer Pembelian (PMI) nonmanufaktur yang diterbitkan oleh Institute of Supply Management (ISM) merupakan indeks komposit yang dihitung sebagai indikator kondisi ekonomi keseluruhan untuk sektor non-manufaktur.
Di sisi lain, IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu pagi bergerak menguat di tengah pelaku pasar bersikap wait and see menjelang pidato Chairman The Fed Jerome Powell.
IHSG dibuka menguat 11,97 poin atau 0,17 persen ke posisi 7.259,43. Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 naik 1,73 poin atau 0,18 persen ke posisi 981,61.
“Hari ini IHSG akan coba untuk tes support kuat di 7.230, dan jika kuat bisa kembali rebound. Level resistance 7.280 sampai 7.320 dan support 7.200 sampai 7.230,” ujar Head of Retail Research Analyst BNI Sekuritas Fanny Suherman.

















