Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Selasa (2/3/2026) pagi dibuka menguat tipis, meski ketegangan di Timur Tengah terus memicu kekhawatiran global.
Eskalasi perang di Timur Tengah yang semakin memanas mengguncang pasar keuangan global, termasuk Indonesia. IHSG ditutup anjlok 2,65 persen pada perdagangan Senin (2/3/2026).
IHSG tak kuasa menahan tekanan jelang libur panjang Tahun Baru Imlek. Aksi ambil untung (profit taking) membanjiri pasar, membuat indeks kembali terjerembap di zona merah.
Pada awal perdagangan, volume transaksi tercatat mencapai 328 juta lembar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp250 miliar. Adapun frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 37.000 kali, dengan kapitalisasi pasar (market cap) mencapai Rp14,5 triliun.
IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali tersungkur. Pada perdagangan Jumat (6/2/2026) pagi, IHSG bergerak turun mengikuti pelemahan bursa saham kawasan Asia dan global.
IHSG kembali dibuka merosot pada perdagangan Selasa (3/2/2026) pagi. Pelaku pasar masih mencermati langkah reformasi transparansi pasar modal.
Pergerakan pasar didominasi tekanan jual. Sebanyak 405 saham melemah, sementara 189 saham menguat dan 364 saham bergerak stagnan.
Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman mengundurkan diri dari jabatannya imbas anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) beberapa hari terakhir.
Tekanan jual kian deras. IHSG bahkan sempat anjlok lebih dalam hingga 3,51 persen.
Nilai tukar rupiah dan IHSG melamah pada pembukaan perdagangan, Jumat (29/8/2025) pagi. Kondisi ini dipicu sentimen negatif dari dalam dan luar negeri.
Mayoritas saham yang masuk daftar MSCI ditutup menguat pada perdagangan hari ini. DSSA naik 20 persen, CUAN naik 7,2 persen, dan AADI naik 2,8 persen.
IHSG pada Rabu (9/4/2025) hari ini, diprediksi masih mengalami kemerosotan hingga berdampak pada aktivitas perdaganan.
Bursa Efek Indonesa menjawab kabar IHSG merosot hingga ke angka 5.000
Airlangga juga mengungkap rencana revisi Keppres terkait KUR dengan memasukkan Menteri Koordinator Bidang Pangan dan Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat dalam komite terkait.
Analis Teknikal MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, memperkirakan IHSG berada dalam fase akhir penurunan (wave [v] dari wave A), yang mengindikasikan potensi koreksi lanjutan.