Search

Unik! BI Jateng Gelar Pameran UMKM Grande, Emisi Karbonnya Dihitung Kompensasinya Tanam Pohon

SEMARANG, ERAKINI – Sebanyak 90 Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) binaan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Jawa Tengah pameran di Semarang. Mengusung konsep green ekonomi, pameran ini sengaja digelar BI Jateng untuk mendorong UMKM lokal ke pasar global.

Pameran ini dinamai UMKM Grande digelar di Mal Paragon Semarang, dibuka Kamis (7/5/2026) hingga Senin (11/5/2026).

“Ini menghadirkan sekitar 90 UMKM unggulan dari berbagai sektor, mulai dari makanan, minuman, fesyen dan waastra hingga kriya dan home décor,” ungkap Kepala KPwBI Jateng M. Noor Nugroho saat membuka gelaran itu, Kamis.

UMKM Grande, sebutnya, merupakan transformasi dari UMKM Gayeng yang telah konsisten diselenggarakan sejak tahun 2019. Memasuki tahun ke-8, kegiatan tidak hanya jadi ajang promosi, tapi juga wujud nyata komitmen BI mendorong UMKM untuk terus naik kelas dan makin berdaya saing.

“Konsep Grande ini merepresentasikan empat pilar utama, yaitu Green, Kerakyatan, Digital, dan Ekspor sebagai fondasi transformasi UMKM menuju masa depan yang lebih berkelanjutan dan inklusif,” sambungnya.

Pameran ini juga mengusung ekonomi hijau, terdapat kalkulator hijau, yang menghitung berapa emisi karbon yang dihasilkan. Fasilitas kalkulator hijau juga memungkinkan masyarakat menghitung emisi karbon yang dihasilkan dari aktivitas hariannya.

Pada pameran ini, BI Jateng juga berkomitmen menghitung total emisi karbon yang dihasilkan selama 5 hari masa pameran kemudian akan mengkompensasikannya melalui penanaman pohon.

“Harapannya emisi yang dihasilkan bisa balance dengan jumlah pohon yang kita tanam, sebagai sumbangsih bagi kelestarian alam. Tahun ini kita rebranding karena ada aspek baru yang ditekanakaan, terutaamaa sisi ekonomi hijau, kita tahu kondisi lingkungan dunia sedang mengalami penurunan kualitas,” tandas M. Noor.