SEMARANG, ERAKINI – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Jawa Tengah mengimbau masyarakat luas untuk berbelanja secara bijak seiring perang Iran – Israel dan Amerika Serikat.
“Jadi kita dalam berbelanja itu mesti sesuai dengan kebutuhan utama kita, kita harus prioritaskan kebutuhan pokok yang didahulukan, sementara kebutuhan yang lain bisa kita tunda atau prioritaskan berikutnya,” ungkap Kepala BI Jateng M. Noor Nugroho usai pembukaan Gerakan Pangan Murah (GPM) di Kompleks Balai Kota Semarang, Rabu (11/3/2026).
Dia melanjutkan, belanja bijak itu juga termasuk bisa membandingkan harga-harga. Mengupayakan supaya mendapat harga termurah dengan kualitas sama.
“Mudah-mudahan itu bisa mempertahankan daya beli. Perang yang berlangsung lama itu mungkin akan dampaknya akan sangat cukup signifikan ke kita, terutama dari pasokan minyak sebenarnya, minyak itu merupakan bahan yang baasic ya, karena dia akan menyebar ke mana-mana, distribusi yang semakin mahal,” sambungnya.
“Nah, mudah-mudahan sih kalau misalnya perang yang nggak berlangsung lama, kita bisa aman. Tapi selanjutnya kita perlu strategi juga bagaimana menyikapi supaya efek itu tidak berdampak signifikan,” lanjutnya.
Gelar Pasar Murah
Sementara, pada Rabu itu, M. Noor bersama Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng dan sejumlah pejabat lokal di Kota Semarang membuka Gerakan Pangan Murah (GPM).
Kegiatan itu berlangsung 2 hari, mulai Rabu ini berakhir besok. Di sana dijual terutama barang kebutuhan pokok dengan harga murah.
“Ini juga untuk mendukung pengendalian inflasi. Biasanya jelang Idulfitri seperti cabai rawit, cabai merah, cabai besar, bawang merah, bawang putih, beras terus juga telur ayam dan daging ayam yang biasanya beberapa tahun terakhir menjadi pemicu mendorong inflasi jelang Idulfitri,” lanjut M. Noor.
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng mengemukakan pihaknya akan terus melakukan operasi pasar serupa hingga menjelang Idulfitri. Kegiatan ini juga serentak dilakukan di 177 kelurahan di Kota Semarang.
“Kami kerjasama dengan berbagai stakeholder, termasuk BI yang terus melakukan pemantauan,” kata Agustin di lokasi yang sama.
Dia juga mengajak masyarakat luas untuk bijak berbelanja.
“Berbelanja wajar akan menjaga stabilnya harga,” sambungnya.
Salah satu pengunjung pasar murah itu, Setyowati warga Kranggan, Kota Semarang, mengaku senang. Paket berupa 5kg beras, 1kg gula, 5 bungkus mi instan dan minyak goreng 2 liter hanya dihargai Rp50.000.
“Plus dapat ember, kan murah banget. Biasanya paket segini kalau di luar sampai Rp150ribu. Ini belinya pakai voucher, kemarin dikasih dari kelurahan, satu orang satu voucher,” kata dia.