Pabrik BYD Resmi Beroperasi di Subang, Siap Serap 20.000 Tenaga Kerja
Thomas Pulungan
SUBANG, (ERAKINI) – Perusahaan teknologi dan manufaktur asal China, BYD, resmi mengoperasikan fasilitas manufaktur kendaraan energi baru di Subang, Jawa Barat. Pabrik yang berdiri di atas lahan seluas 126 hektare itu saat ini telah melibatkan sekitar 5.000 pekerja lokal dan diproyeksikan menyerap hingga 20.000 tenaga kerja saat beroperasi penuh.
General Manager BYD Asia Pacific Auto Sales Division Liu Xueliang mengatakan, ribuan pekerja tersebut berasal dari berbagai wilayah di Indonesia dan menjadi bagian dari upaya BYD membangun basis produksi kendaraan energi baru di dalam negeri.
"Agar model mobil di sini dapat diproduksi dengan sempurna, hari ini kami sudah memiliki 5.000 pekerja lokal dari seluruh Indonesia. Mereka rajin, mereka bekerja keras," kata Liu saat peresmian pabrik, Kamis (3/9/2026).
Kapasitas produksi pabrik tersebut mencapai 150.000 unit kendaraan per tahun. Fasilitas ini dirancang untuk memproduksi mobil listrik murni maupun kendaraan hybrid dengan menerapkan empat proses utama manufaktur otomotif, yakni pengepresan (stamping), pengelasan (welding), pengecatan (painting), dan perakitan (assembly).
Nilai investasi yang ditanamkan BYD untuk fasilitas tersebut mencapai belasan triliun rupiah. Selain memperkuat kapasitas produksi untuk pasar Indonesia, pabrik ini menjadi bagian dari strategi BYD membawa teknologi dan proses manufaktur kendaraan energi baru ke Indonesia.
Liu menegaskan fasilitas manufaktur di Subang tidak sekadar ditujukan untuk memenuhi kebutuhan kendaraan di pasar domestik. tersebut diposisikan sebagai basis produksi sekaligus bagian dari pengembangan industri otomotif nasional berbasis teknologi.


















