Harga Emas Terjun Bebas Usai Donald Trump Menang Pilpres AS
Abdul Rahman Ahdori
JAKARTA, (ERAKINI) - Calon presiden dari Partai Republik, Donald Trump, dinyatakan menang dalam Pemilihan Presiden Amerika Serikat 2024-2028 setelah perhitungan suara pada Rabu (6/11/2024). Trump berhasil mengalahkan rivalnya, Kamala Harris, yang diusung oleh Partai Demokrat. Namun, meski meraih kemenangan, dampak kemenangan Trump terhadap pasar global justru terkesan lesu.
Harga emas spot, misalnya, turun tajam hingga 3%, menyentuh level US$ 2.660 per troy ons. Penurunan harga ini dipengaruhi oleh penguatan dolar AS yang terjadi pasca kemenangan Trump, yang menciptakan sentimen pasar yang mengalihkan aliran modal dari aset safe haven seperti emas ke instrumen lain yang lebih menarik, seperti dolar AS, bitcoin, dan saham.
Menurut analis Dupoin Indonesia, Andy Nugraha, penguatan dolar AS merupakan faktor utama yang memengaruhi penurunan harga emas.
"Terpilihnya Trump sebagai Presiden AS berikutnya menciptakan ekspektasi bahwa kebijakan ekonomi yang pro-bisnis dan pro-pasar akan segera diterapkan," ujar Andy dalam keterangannya pada Kamis (7/11/2024).
Pada Rabu kemarin, indeks dolar AS (DXY) melambung lebih dari 1,3% ke level tertinggi 105,32. Kenaikan ini memicu arus modal besar ke dolar AS, yang menyebabkan harga emas tertekan hingga mencapai level terendah dalam tiga minggu terakhir, yakni US$ 2.646 per troy ons pada Kamis pagi.
Menurut Andy, Trump yang berjanji akan menurunkan pajak dan melonggarkan regulasi bagi sektor bisnis memicu reli di pasar saham AS. Sementara itu, pasar saham berjangka AS menunjukkan kenaikan signifikan, dengan S&P 500 naik 2,2% dan Dow 30 futures naik lebih dari 1,3%.
"Kenaikan pasar saham ini semakin menekan permintaan untuk emas, yang sering dianggap sebagai investasi defensif di tengah ketidakpastian pasar," tuturnya.


















