Duh! Gara-gara Banjir, Lifting Minyak Tahun 2023 Tak Capai Target
Thomas Pulungan
JAKARTA, (ERAKINI) - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) melaporkan realisasi produksi minyak dan gas bumi sepanjang 2023 tidak mencapai target. Salah satu penyebabnya adalah banjir.
Berdasarkan data SKK Migas, lifting minyak tahun 2023 hanya mencapai 605,5 ribu barel per hari (bph), atau baru mencapai 92% dari target 660 ribu bph. Sementara untuk gas mencapai 5.378 juta kaki kubik per hari (MMSCFD) atau 87% dari target 6.160 MMSCFD.
Untuk 2024 ini target lifting minyak ditetapkan sebesar 635 ribu bph. Sedangkan untuk lifting gas ditetapkan sebesar 5.785 MMSCFD.
Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto mengatakan, meskipun target lifting migas pada 2023 tidak mencapai target, namun pencapaian Reserve Replacement Ratio (RRR) pada 2023 telah mencapai 123,3%. Artinya, terdapat penambahan cadangan migas nasional seiring adanya temuan baru.
"Lifting minyak memang masih di bawah (target), tahun lalu jadi 605,5 ribu bph. Namun penurunan bisa kita perkecil di tahun sebelumnya. Tahun sebelumnya turun 7 persen, 2023 tinggal 1%," ujar Dwi dalam Konferensi Pers Awal Tahun di kantornya, Jumat (12/1/2024).
Dwi berharap pada tahun ini SKK Migas dapat mengurangi laju penurunan produksi secara alamiah. Bahkan targetnya pada 2024 tak ada decline untuk minyak.
Sementara itu, Deputi Eksploitasi SKK Migas Wahju Wibowo mengatakan, banjir membuat potensi lifting minyak 7.000 barel per hari hilang. Banyak lapangan migas di wilayah Sumatera tidak bisa melakukan trucking minyak karena .

















