Rupiah Kian Lesu, Kini Tembus Rp17.006 per Dolar AS
Abdul Rahman Ahdori
JAKARTA, (ERAKINI) - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali melemah dan menembus level Rp17.000 per dolar AS di pasar non-deliverable forward (NDF). Merujuk data dari Refinitiv pada Minggu (6/4/2025) pukul 08.10 WIB, nilai tukar rupiah tercatat di level Rp17.059 per dolar AS.
Angka ini jauh lebih lemah dibandingkan dengan penutupan perdagangan reguler terakhir sebelum libur Lebaran, Kamis (27/3/2025), di mana rupiah masih bertahan di posisi Rp16.555 per dolar AS dengan penguatan 0,12%.
Pengamat pasar uang, Ibrahim mengatakan, kondisi ekonomi global yang bermasalah dan inflasi yang tetap tinggi menjadi alasan utama pelemahan rupiah. Menurut dia, penurunan suku bunga menunggu dampak dari perang dagang.
Ibrahim juga menekankan bahwa pernyataan The Fed menutup kemungkinan pemangkasan suku bunga sebanyak tiga kali atau 75 basis poin dalam tahun ini, yang pada akhirnya memperkuat indeks dolar secara signifikan.
“Kondisi perang dagang saat ini tidak hanya berdampak pada Tiongkok, Eropa, Kanada, dan Meksiko, tetapi hampir semua negara, termasuk Indonesia, terkena biaya impor sebesar 32 persen,” tuturnya.
Ibrahim menyarankan agar pemerintah meniru langkah negara-negara lain yang memberikan tarif impor terhadap produk AS sebesar 32 persen, daripada sekadar melakukan negosiasi.
















