"Ini job fair gelombang satu, karena ada gelombang berikutnya. Kita sediakan hari ini 2.000 lowongan," ujar Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi (Disnakertransgi) DKI Jakarta Hari Nugroho.
Kata dia, bursa kerja ini merupakan salah satu kegiatan yang strategis untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi. Job fair digelar selama dua hari mulai Rabu ini hingga Kamis (27/2) besok, dengan melibatkan 40 perusahaan. Termasuk Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) serta Pusat Pelatihan Kerja Daerah (PPKD) Jakarta.
Sebanyak 40 perusahaan itu bergerak di berbagai bidang, mulai dari asuransi, otomotif, ritel, jasa dan perusahaan penyalur jasa lainnya. Job fair ini dibuka mulai pukul 10.00-16.00 WIB.
Sementara itu, Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengatakan, Pemprov akan menggelar job fair paling tidak sebulan sekali di setiap kecamatan. "Pemprov DKI akan menciptakan 500.000 lapangan kerja," kata Rano saat membuka job fair tersebut.
Hal ini lebih cepat dari yang mereka janjikan bersama Pramono Anung saat kampanye. Saat kampanye Pilkada 2024, mereka menjanjikan mengadakan job fair paling tidak tiga bulan sekali di setiap kantor kecamatan.
"Janji kita akan melakukan job fair per tiga bulan sekali. Tapi ternyata, Kadis Ketenagakerjaan ini sanggup melakukan per bulan sekali. Kita akan jangkau hingga kecamatan," ucap Rano.
Rano mengungkapkan bahwa Pemprov DKI saat ini masih membutuhkan beberapa posisi pekerjaan, di antaranya petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU), petugas damkar, hingga pasukan putih untuk membantu para lansia.
"Kami masih membutuhkan PPSU, lalu kepala Dinas Damkar berbisik kepada saya, masih membutuhkan 11.000 petugas. Jakarta kalau tidak dipenuhi dengan keselamatan, tingkat kebakaran sangat tinggi. Ini juga lapangan kerja. Apakah cukup dengan tenaga? No. Kita memerlukan skill tentu dengan pelatihan," ucapnya.
Menurut Rano, job fair selain sebagai wadah informasi lowongan kerja di Indonesia juga punya potensi pekerjaan di luar negeri. Jika calon tenaga kerja terkendala bahasa untuk bekerja di luar negeri, bisa mengikuti pelatihan bahasa terlebih dulu di Balai Latihan Kerja Disnakertransgi DKI.
Di lokasi yang sama, Wamen Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Christina Aryani menyebutkan, calon tenaga kerja bisa melihat adanya peluang pekerjaan di luar negeri melalui stand BP2MI yang hadir dalam job fair ini.
"Ada lowongan kerja disiapkan mulai dari skill biasa-biasa saja sampai yang high skill untuk bekerja di luar negeri," katanya.
Menurutnya, target penempatan kerja tahun ini di luar negeri ada 425.000 orang ke berbagai negara. Pihaknya berharap DKI juga bisa menjadi penyumbang untuk memenuhi kuota ini .