Memasuki bulan Ramadan 1447 H, harga rata-rata sejumlah komoditas pangan di pasar tradisional seluruh provinsi di Indonesia, masih mengalami kenaikan, Kamis (19/2/2026). Foto: Ilustrasi/Ist
JAKARTA, (ERAKINI) – Memasuki bulan Ramadan 1447 H, harga rata-rata sejumlah komoditas pangan di pasar tradisional seluruh provinsi di Indonesia, masih mengalami kenaikan, Kamis (19/2/2026).
Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Bank Indonesia, kenaikan cukup signifikan masih terjadi pada cabai. Cabai merah keriting naik 8,07 persen atau Rp3.750 menjadi Rp50.200 per kg. Cabai merah besar turut melonjak 5,79 persen atau Rp2.550 menjadi Rp46.600 per kg.
Sementara itu, cabai rawit merah kini berada di level Rp81.350 per kg setelah naik 5,99 persen atau Rp4.600. Adapun cabai rawit hijau naik 1,39 persen menjadi Rp54.750 per kg. Pada kelompok bawang, bawang merah ukuran sedang tercatat Rp45.050 per kg, naik 2,04 persen atau Rp900. Bawang putih ukuran sedang juga mengalami kenaikan 0,86 persen atau Rp350 menjadi Rp41.150 per kg.
Untuk komoditas protein hewani, daging ayam ras segar naik 2,52 persen atau Rp1.050 menjadi Rp42.650 per kg. Daging sapi kualitas 1 tercatat Rp145.300 per kg setelah naik 1,15 persen. Sedangkan daging sapi kualitas 2 naik 1,03 persen menjadi Rp137.100 per kg. Telur ayam ras segar juga mengalami kenaikan tipis 0,94 persen atau Rp300 menjadi Rp32.300 per kg.
Sementara itu, harga beras relatif stabil. Beras kualitas bawah I berada di Rp14.400 per kg, beras medium I Rp15.950 per kg, beras medium II Rp15.750 per kg, dan beras super I Rp17.150 per kg. Hanya beras kualitas bawah II dan super II yang mengalami kenaikan tipis masing-masing 0,35 persen dan 0,3 persen.
Komoditas gula dan minyak goreng mayoritas tidak mengalami perubahan harga. Gula pasir premium tetap di Rp19.850 per kg dan gula pasir lokal Rp18.400 per kg. Minyak goreng curah bertahan di Rp18.950 per kg. Sedangkan minyak goreng kemasan bermerk 1 dan 2 naik tipis masing-masing Rp50 menjadi Rp22.650 per kg dan Rp21.650 per kg.