UPI Bandung menjadi PTN yang paling diincar calon mahasiswa pada Seleksi Nasional Berbasis Prestasi (SNBP) 2024. Foto: UPI/Ist
JAKARTA, (ERAKINI) - Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) memiliki sederet alumni yang sukses berkarier di berbagai bidang. Dari ratusan alumni UPI yang sudah sukses, terdapat dua nama yang terpilih menjadi menteri.
Melansir laman resminya, Kamis (28/3/2024), UPI merupakan salah satu iniversitas negeri di Jawa Barat yang berdiri pada tahun 1954. Awal berdirinya UPI masih bernama Perguruan Tinggi Pendidikan Guru (PTPG).
Sesuai namanya, perguruan yang didirikan di Bandung ini merupakan sekolah khusus bagi mereka yang ingin menjadi guru. Kemudian, PTPG pun berubah menjadi sebuah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) di Universitas Padjadjaran pada 25 November 1958.
Namun setelahnya, muncul sebuah Institut Pendidikan Guru (IPG), yang membuat adanya dualisme dalam lembaga pendidikan guru. Oleh sebab itu, dikeluarkanlah Keputusan Presiden Nomor 1 Tahun 1963 pada 1 Mei 1963, yang berisi penggabungan IPG dan FKIP menjadi Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP).
IKIP Bandung kemudian berubah menjadi Universitas Pendidikan Indonesia pada 7 Oktober 1999, melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 124 tahun 1999. Meskipun terkenal sebagai kampus dengan jurusan pendidikan, namun di UPI juga terdapat jurusan non pendidikan.
Pada Seleksi Nasional Berbasis Prestasi (SNBP) 2024, UPI menjadi perguruan tinggi negeri (PTN) paling diincar calon mahasiswa. Total terdapat 36.033 pendaftar ke UPI jalur SNBP 2024. Angka tersebut sangat jauh dengan kuota penerimaan mahasiswa UPI 2024 yang hanya tersedia 3.363 peserta.
UPI dalam sejarahnya telah melahirkan banyak alumni sukses, baik sebagai agamawan, birokrat dan pemerintahan, politikus dan legislatif, akademisi dan pimpinan perguruan tinggi, olahragawan, penyair, penulis, sastrawan, hingga aktivis.
Alumni UPI juga ada yang sukses di militer dan kepolisian, pimpinan organisasi, pengusaha, artis, hingga kepala daerah. Terdapat juga alumni UPI yang terpilih masuk kabinet di era Pemerintahan Presiden Jokowi. Berikut sosoknya:
Enggartiasto Lukito merupakan politisi, mantan Anggota DPR, dan Ketua Umum IKA UPI. Pria kelahiran 12 Oktober 1951 ini menjabat Menteri Perdagangan periode 27 Juli 2016 hingga 20 Oktober 2019.
Enggartiasto menyelesaikan pendidikann di Fakultas Ilmu Pendidikan Sosial, UPI. Namanya dikenal secara luas saat menjadi anggota DPR RI dari Partai Golkar (periode 1999-2004, 2004-2009, dan 2009-2014). Namun sejak tahun 2013 Enggartiasto memutuskan masuk di partai baru, Partai NasDem.
Di dunia usaha, Enggartiasto menekuni bidang properti dan menjabat beberapa perusahaan antara lain sebagai Komisaris Utama PT Unicora Agung, Dirut PT Kartika Karisma Indah, Dirut PT Kemang Pratama, Dirut PT Bangun Tjipta Pratama, dan Direktur PT Supradinakarya Multijaya.
Enggartiasto tercatat pernah memegang jabatan organisasi antara lain Ketua Umum Real Estate Indonesia (REI) periode 1992-1995, dan Ketua Ikatan Alumni Universitas Pendidikan Indonesia (IKA UPI) selama dua periode (2000-2004 dan 2012-2022).
Teten Masduki merupakan aktivis yang juga mantan Koordinator Indonesia Corruption Watch (ICW). Pria kelahiran 6 Mei 1963 ini menjabat sebagai Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Menkop UKM) sejak 23 Oktober 2019 pada Kabinet Indonesia Maju.
Ia sebelumnya pernah menjabat sebagai Kepala Staf Kepresidenan Indonesia sejak 2 September 2015 hingga 17 Januari 2018. Teten juga pernah menjabat sebagai Ketua Dewan Penasihat Ikatan Alumni Universitas Pendidikan Indonesia (IKA UPI) periode 2017-2022.
Terlahir dari keluarga petani, masa kecil Teten dihabiskan di Kecamatan Balubur Limbangan, Garut, Jawa Barat. Setelah tamat SMAN 1 Cicalengka, Teten melanjutkan kuliah di IKIP Bandung (sekarang UPI) dan mengambil Jurusan Kimia.
Pada tahun 2012, Teten terjun ke politik dengan mencalonkan diri sebagai Wakil Gubernur mendampingi Rieke Diah Pitaloka dalam Pilgub Jawa Barat 2013. Namun, pasangan ini kalah.
Pada Pilpres 2014, Tetan aktif mendukung Jokowi. Hasilnya, pada 2 September 2015 Teten diangkat menjadi Kepala Staf Kepresidenan (KSP) menggantikan Luhut Panjaitan yang ditunjuk Presiden Jokowi menjadi Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan. Pada pemerintahan periode kedua, Jokowi menunjuk Teten menjadi Menkop UKM hingga sekarang.