Di era demokratisasi saat ini, alumni Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) telah memasuki segala ranah pekerjaan. Foto: Ilustrasi/Ist
JAKARTA, (ERAKINI) - Di era demokratisasi saat ini, alumni Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) telah memasuki segala ranah pekerjaan. Bahkan, tidak sedikit jebolan PTKIN yang menjadi pejabat di kementerian/lembaga, politisi, pengusaha, kepala daerah, bahkan menjadi menteri.
Di masa lalu mungkin peran alumni PTKIN terbatas pada urusan agama dan keagamaan. Namun sekarang alumni PTKIN memungkinkan menggeluti banyak bidang pekerjaan.
Tak salah bila Menteri Agama RI Yaqut Cholil Qoumas dalam sebuah kesempatan meminta alumni PTKIN tidak perlu minder dengan alumni perguruan tinggi lain. Sebab alumni PTKIN memiliki banyak kelebihan, terutama bidang agama di samping intelektualitasnya.
"Tidak boleh minder karena banyak alumni yang telah terbukti menjadi pejabat, menjadi orang besar, dan sukses," kata Gus Yaqut.
Saat peluncuran Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) PTKIN 2024 di Jakarta pekan lalu, Menag juga kembali meminta secara khusus kepada pejabat Kemenag, Kanwil, hingga para rektor agar menguliahkan anaknya di PTKIN. Jangan lagi PTKIN dijadikan pilihan kedua karena gagal masuk PTN. Sebab kualitas prodi PTKIN saat ini tidak kalah dengan perguruan tinggi pada umumnya.
Pria kelahiran 19 Agustus 1946 merupakan Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat periode 21 Oktober 2004 hingga 7 Desember 2005. Sebelumnya ia menjabat Menteri Luar Negeri Indonesia pada 1999-2001.
Alwi Shihab meriah gelar sarjana dalam bidang akidah filsafat di Institut Agama Islam Negeri (IAIN), Ujung Pandang, tahun 1986.
Selain politisi Alwi Shihab dikenal sebagai cendekiawan dan pemikir Islam. Alwi Shihab adalah salah seorang ahli Islam pertama yang duduk dalam Board of Trustee pada Centre for the Study of World Religions yaitu suatu lembaga pengkajian yang berafiliasi dengan Harvard Divinity School.
2. Muhammad Hanif Dhakiri
Pria kelahiran 6 Juni 1972 ini merupakan Menteri Ketenagakerjaan pada Kabinet Kerja periode 2014-2019. Ia pernah menjadi anggota DPR RI periode 2009-2014.
Hanif juga pernah aktif di Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dan dipercaya untuk menjadi Wakil Ketua Umum Dewan Koordinasi Nasional gerakan Pemuda Partai Kebangkitan Bangsa (DKN Garda Bangsa) periode 2006-2011.
Politisi Partai Kebangkitan Bangsa ini diketahui pernah belajar di MA Al-Muayyad, yang berada di lingkungan Pondok Pesantren Al Muayyad Solo. Ia kemudian menempuh pendidikan tinggi di IAIN Walisongo Semarang, Jawa Tengah, dan lulus tahun 1996.
3. Imam Nahrawi
Pria kelahiran 8 Juli 1973 merupakan Menteri Pemuda dan Olahraga sejak 27 Oktober 2014 hingga 20 September 2019. Politisi Partai Kebangkitan Bangsa ini merupakan alumni IAIN Sunan Ampel (kini UIN Sunan Ampel).
Saat menempuh pendidikan di bangku kuliah, Imam aktif dalam kegiatan organisasi, seperti Senat Mahasiswa Fakultas Tarbiyah IAIN Sunan Ampel Surabaya 1994-1995, dan aktif sebagai bagian dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII). Pada tahun 2017 Imam mendapatkan gelar Doktor Honoris Causa dari UIN Sunan Ampel Surabaya.
4. Ida Fauziyah
Perempuan kelahiran 17 Juli 1969 menjabat Menteri Ketenagakerjaan pada Kabinet Indonesia Maju periode 2019-sekarang (2024). Ida Fauziyah merupalan lulusan S1 IAIN Sunan Ampel Surabaya pada tahun 1993
Ia merupakan Ketua Umum Pengurus Pusat Fatayat NU. Ia juga pernah maju sebagai calon Wakil Gubernur Jawa Tengah mendampingi Sudirman Said pada Pilgub Jateng 2018
Ida Fauziah juga pernah duduk di DPR-RI pada 1999 sampai 2018. Pengalaman organisasinya dimulai di Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jawa Timur.
5. Muhammad Idrus Marham
Pria kelahiran 14 Agustus 1962 ini menjabat Menteri Sosial pada 17 Januari 2018 hingga 24 Agustus 2018.
Idrus Marham merupakan lulusan Fakultas Syari'ah IAIN Alauddin Makassar. Tahun 1983 Idrus melanjutkan pendidikan S2 di Fakultas Syari'ah IAIN Walisongo, Semarang.
Idrus Marham pernah menjadi anggota DPR RI periode 2009-2014 dan Sekretaris Jenderal Partai Golongan Karya (Golkar) pada tahun 2011. Salah satu peran Idrus yang menonjol sebagai anggota DPR adalah ketika menjadi Ketua Panitia Khusus Hak Angket Bank Century.
6. Suryadharma Ali
Pria kelahiran 19 September 1956 ini menjabat Menteri Agama RI periode 22 Oktober 2009 hingga 28 Mei 2014. Sebelumnya juga menjabat sebagai Menteri Negara Koperasi dan Usaha Kecil Menengah pada Kabinet Indonesia Bersatu.
Suryadharma Ali menyelesaikan pendidikan sarjana di IAIN Syarif Hidayatullah, Jakarta pada tahun 1984. Pada Februari 2007, Suryadharma terpilih sebagai Ketua Umum PPP dan menggantikan Hamzah Haz.
Dalam keriernya Suryadharma Ali aktif di berbagai organisasi ritel di Indonesia. Ia kemudian terjun ke dunia politik dan pernah menjadi anggota DPR RI pada tahun 2009.
Selain alumni PTKIN, terdapat tiga menteri yang juga kuliah di perguruan tinggi Islam swasta. Keduanya, yakni:
1. Prof Mohammad Mahfud Mahmodin (MD)
Pria kelahiran 13 Mei 1957) menjabat Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) sejak 23 Oktober 2019 hingga sekarang (2024). Ia juga pernah menjabat Menteri Pertahanan pada Kabinet Persatuan Nasional era Presiden Abdurrahman Wahid.
Mahfud MD merupakan lulusan Hukum Tata Negara di Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta pada tahun 1983. Secara bersamaan ia juga kuliah di Universitas Gajah Mada (UGM).
Mahfud MD pernah menjabat Ketua Mahkamah Konstitusi periode 2008- 2013. Sebelum diangkat sebagai menteri Mahfud MD pengajar dan Guru Besar Hukum Tata Negara di UII Yogyakarta. Semasa muda ia juga aktif sebagai aktivis Pelajar Islam Indonesia dan Himpunan Mahasiswa Islam.
2. Marwan Djafar
Pria kelahiran 12 Maret 1971 ini merupakan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Indonesia pertama pada Kabinet Kerja sejak 27 Oktober 2014 hingga 27 Juli 2016.
Ia terpilih menjadi anggota DPR pada pemilu 2004 saat usianya baru 33 tahun. Kemudian, dua pemilu berikutnya 2009 dan 2014, ia terpilih kembali mewakili daerah pemilihan Jawa Tengah III. Terakhir pada pemilu 2019 pun dia kembali terpilih menjadi wakil rakyat yang melenggang ke Senayan.
Marwan Jafar hidup dan dibesarkan dalam lingkungan santri dan NU. Sekolah Menengah ia tuntaskan di Madrasah Tsanawiyah Manahijul Huda dan Madrasah Aliyah Mathali’ul Falah, Pati, Jawa Tengah. Ia menyelesaikan S1 Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta tahun 1997.
Selama masa kuliah, ia aktif di berbagai kegiatan kemahasiswaan dan organisasi NU. Salah satunya, ia pernah menduduki jabatan Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tahun 1995-1996. Ia juga pernah menjadi Kabid Litigasi dan Konsultasi LPBH NU Yogyakarta 1994-1999 dan Litbang GP Ansor Yogyakarta 1995-2000.
3. Helmy Faishal Zaini
Pria kelahiran 1 Agustus 197 merupakan Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal pada Kabinet Indonesia Bersatu II. Namun ia berhenti dari kursi menteri setelah terpilih menjadi Anggota DPR RI periode 2014- 2019.
Ia sebelumnya pernah menjadi anggota DPR RI periode 2004-2009. Selain itu ia juga pernah menjabat Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama masa khidmat 30 Juni 2015-21 November 2021.
Ia merupakan Sarjana Teknik Universitas Darul Ulum Jombang. Kampus ini merupakan perguruan tinggi swasta yang dibentuk Pondok Pesantren Darul 'Ulum Jombang pada 18 September 1965.