Lebih Baik Mandi Pagi atau Malam? Begini Penjelasan Ahli Mikrobiologi Klinis
Thomas Pulungan
JAKARTA, (ERAKINI) - Lebih baik mandi pagi hari atau malam? Ini adalah pertanyaan klasik yang kerap memicu perdebatan.
Para pendukung mandi pagi pasti mengatakan ini pilihan paling masuk akal, karena membantu membangunkan tubuh dan memulai hari dengan segar. Sementara kelompok yang setia mandi malam berpendapat, lebih baik membersihkan tubuh setelah beraktivitas seharian dan membantu tidur lebih nyenyak.
Namun, menurut Primrose Freestone, Ahli Mikrobiologi Klinis dari University of Leicester punya jawaban ilmiah mengenai waktu mandi yang paling bermanfaat bagi kebersihan dan kesehatan tubuh.
Dilansir channelnewsasia, mandi adalah bagian penting dari kebersihan diri karena membantu menghilangkan kotoran, minyak, dan keringat dari permukaan kulit. Hal ini tidak hanya mencegah ruam dan infeksi, tetapi juga mengurangi bau badan.
Fakta menariknya, keringat sebenarnya tidak berbau. Bau badan justru berasal dari bakteri di kulit, terutama jenis staphylococci, yang memecah keringat menjadi senyawa belerang bernama thioalcohol, sehingga penyebab aroma menyengat pada tubuh.
Primrose menjelaskan, sepanjang hari tubuh terpapar debu, polusi, dan alergen seperti serbuk sari. Sebagian partikel ini bisa menempel di kulit dan rambut, dan jika tidak dibersihkan dengan benar, bisa berpindah ke seprai dan sarung bantal saat tidur.
Mandi malam memang dapat mengurangi jumlah kotoran yang terbawa ke tempat tidur. Namun, mandi malam tidak mencegah tubuh berkeringat saat tidur atau bakteri kulit berkembang dari keringat malam hari. Akibatnya, Anda tetap bangun dalam kondisi berkeringat dan berisiko mengalami bau badan.

















