JAKARTA, (ERAKINI) - Buah mengkudu atau pace merupakan salah satu tanaman yang banyak ditemukan di wilayah tropis, termasuk Indonesia. Meski memiliki aroma dan rasa yang khas, buah ini telah lama dimanfaatkan masyarakat sebagai bagian dari pengobatan tradisional.
Mengkudu diketahui mengandung berbagai senyawa bioaktif, termasuk antioksidan. Kandungan tersebut membuat buah mengkudu berpotensi memberikan sejumlah manfaat bagi kesehatan, mulai dari membantu meredakan peradangan hingga mendukung sistem kekebalan tubuh.
1. Membantu meredakan nyeri sendi
Mengkudu memiliki sifat antiinflamasi dan analgesik yang berpotensi membantu mengurangi rasa nyeri, termasuk pada persendian.
Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Foods pada 2018 menunjukkan adanya potensi manfaat jus mengkudu terhadap kesehatan persendian. Sejumlah uji klinis pada manusia menemukan bahwa konsumsi jus mengkudu dapat membantu mengurangi rasa sakit sekaligus meningkatkan rentang gerak.
Meski demikian, penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk memastikan efektivitas dan dosis yang tepat.
2. Mendukung kesehatan jantung
Mengkudu juga berpotensi mendukung kesehatan jantung. Kandungan di dalam buah ini disebut dapat membantu menurunkan kadar lemak dan kolesterol dalam darah serta mengurangi peradangan, yang merupakan salah satu faktor risiko penyakit jantung.
Studi yang diterbitkan dalam The Scientific World Journal pada 2012 menemukan bahwa konsumsi jus mengkudu pada perokok berat dikaitkan dengan penurunan sejumlah faktor risiko penyakit jantung, termasuk kadar kolesterol LDL dan kolesterol total.
Penelitian tersebut juga menemukan penurunan kadar protein C-reaktif, yakni salah satu penanda peradangan dalam tubuh.
Pada orang yang tidak merokok, konsumsi jus mengkudu juga menunjukkan potensi dalam membantu menurunkan tekanan darah dan detak jantung. Namun, masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk memastikan manfaat tersebut.
3. Mendukung sistem kekebalan tubuh
Mengkudu mengandung vitamin C serta berbagai senyawa fitokimia dan antioksidan. Antioksidan berperan membantu melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas. Kandungan tersebut juga berpotensi mendukung dan memodulasi fungsi sistem kekebalan tubuh.
Namun, mengonsumsi mengkudu sebaiknya tetap menjadi bagian dari pola makan bergizi seimbang, bukan satu-satunya cara untuk menjaga daya tahan tubuh.
4. Berpotensi membantu menurunkan berat badan
Jus mengkudu juga diteliti terkait potensinya dalam membantu pengelolaan berat badan. Studi yang diterbitkan dalam jurnal Nutrients pada 2017 menunjukkan bahwa konsumsi jus mengkudu memberikan sejumlah efek yang berkaitan dengan metabolisme dan berat badan pada model hewan.
Beberapa efek yang diamati antara lain meningkatkan kadar hormon ghrelin, mencegah penambahan berat badan, mengurangi lemak visceral, menurunkan kadar lemak darah, serta memperbaiki sejumlah penanda kesehatan metabolisme seperti gula darah dan toleransi insulin.
Karena temuan tersebut berasal dari penelitian pada hewan, manfaat serupa pada manusia masih perlu dibuktikan melalui penelitian klinis.
5. Membantu mengurangi kerusakan oksidatif akibat rokok
Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Food Science & Nutrition pada 2013 menemukan bahwa konsumsi mengkudu berpotensi mengurangi kerusakan oksidatif pada perokok aktif.
Asap rokok mengandung berbagai zat kimia yang dapat meningkatkan stres oksidatif dan merusak sel tubuh. Dalam penelitian tersebut, konsumsi jus mengkudu dikaitkan dengan penurunan kerusakan oksidatif sekitar 46-57 persen.
Meski demikian, temuan ini bukan berarti mengkudu dapat melindungi tubuh dari bahaya rokok. Berhenti merokok tetap merupakan langkah paling penting untuk menurunkan risiko penyakit akibat tembakau.
6. Berpotensi membantu meningkatkan energi
Mengkudu juga banyak dikaitkan dengan peningkatan stamina dan energi, termasuk pada orang yang melakukan aktivitas fisik.
Kandungan antioksidan di dalamnya berpotensi membantu melindungi sel dan jaringan tubuh dari stres oksidatif. Hal ini kemudian dikaitkan dengan berkurangnya kelelahan dan pemulihan setelah aktivitas fisik.
Namun, manfaat tersebut sebaiknya tidak dilepaskan dari kebiasaan hidup sehat. Asupan makanan bergizi, olahraga yang sesuai dan tidur yang cukup tetap menjadi faktor penting untuk menjaga energi dan kebugaran tubuh.
7. Mendukung kesehatan otak
Kandungan antioksidan dalam mengkudu juga berpotensi memberikan manfaat bagi kesehatan otak. Antioksidan membantu melawan stres oksidatif yang dapat memengaruhi sel-sel tubuh, termasuk sel saraf. Karena itu, mengkudu diteliti terkait potensinya dalam membantu menjaga fungsi otak.
Meski demikian, klaim bahwa mengkudu dapat mencegah depresi, kecemasan atau penurunan fungsi otak masih membutuhkan bukti klinis yang lebih kuat pada manusia.
8. Membantu menjaga kesehatan kulit
Jus mengkudu mengandung sejumlah senyawa yang memiliki sifat antioksidan dan antiinflamasi. Kandungan tersebut berpotensi membantu melindungi sel kulit dari kerusakan akibat stres oksidatif. Mengkudu juga mengandung asam lemak yang berperan dalam berbagai fungsi tubuh, termasuk menjaga struktur dan fungsi membran sel.
Dengan demikian, mengkudu dapat menjadi salah satu sumber nutrisi yang mendukung kesehatan kulit, terutama jika dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan yang seimbang.
Jangan berlebihan mengonsumsi mengkudu
Meski memiliki berbagai kandungan yang berpotensi bermanfaat, mengkudu bukan obat untuk menyembuhkan berbagai penyakit.
Konsumsi mengkudu sebaiknya dilakukan dalam jumlah yang wajar. Terlebih, produk olahan seperti jus mengkudu dapat memiliki kandungan gula tambahan yang perlu diperhatikan.