Ilustrasi - Terong punya sederet manfaat bagi wanita, salah satunya bisa meredakan gejala morning sickness. (Foto: Pixabay)
JAKARTA, (ERAKINI) – Barangkali belum banyak yang tahu manfaatterong bagi wanita. Terong yang merupakan sayuran berwarna ungu ini mengandung sejumlah nutrisi yang bermanfaat bagi wanita, salah satunya adalah untuk meredakan gejalaMorning Sickness
Melansir Alodokter, manfaatterong (Solanum melongena L.) bagi wanita ini tidak terlepas dari kandungan nutrisi dan senyawa aktif di dalamnya, mulai dari serat, folat, vitamin B6, vitamin K, mangan, nasunin, hingga asam klorogenat.
1. Meringankan GejalaMorning Sickness
Pada trimester awal kehamilan, rasa mual dan muntah adalah keluhan umum. Salah satu nutrisi yang diketahui dapat membantu meredakan kondisi ini adalah vitamin B6, dan terong adalah sumbernya. Mengonsumsi terong secara rutin bisa membantu mengurangi ketidaknyamanan akibat morning sickness.
2. Mengatasi Sembelit saat Menstruasi atau Hamil
Lonjakan hormon progesteron saat hamil atau menjelang menstruasi bisa memperlambat proses pencernaan, yang kerap menyebabkan sembelit. Terong mengandung serat tak larut yang membantu memperlancar gerakan usus dan mempermudah proses buang air besar. Dengan demikian, sistem pencernaan tetap lancar meski tubuh mengalami perubahan hormonal.
3. Memperkuat Tulang dan Menjaga Kepadatannya
Nutrisi seperti vitamin K, mangan, dan fosfor dalam terong mendukung struktur dan kekuatan tulang. Mengonsumsinya secara rutin dapat mengurangi risiko pengeroposan tulang (osteoporosis), yang lebih rentan terjadi pada wanita, terutama pascamenopause. Tetap imbangi juga dengan asupan kalsium dari sumber lain seperti susu dan sayuran hijau.
4. Menjaga Kulit Tetap Sehat dan Cerah
Antioksidan alami dalam terong, seperti antosianin dan asam klorogenat, bekerja melindungi kulit dari dampak buruk radikal bebas. Kandungan ini membantu kulit tampak lebih cerah, sehat, dan awet muda. Namun, jangan lupa untuk tetap memakai sunscreen dan perawatan kulit lainnya sebagai pelengkap.
5. Mencegah Risiko Kanker pada Wanita
Beberapa jenis kanker seperti kanker payudara, ovarium, dan serviks lebih banyak menyerang wanita. Terong mengandung antioksidan kuat seperti vitamin C, vitamin B kompleks, dan polifenol yang membantu melawan kerusakan sel akibat radikal bebas. Mengonsumsi terong secara rutin dapat membantu menurunkan risiko berkembangnya sel-sel kanker.
6. Menstabilkan Gula Darah Terong memiliki indeks glikemik rendah dan kaya akan serat serta polifenol, yang membantu memperlambat penyerapan gula dalam usus. Ini sangat berguna bagi wanita dengan kondisi prediabetes atau diabetes tipe 2 karena membantu mengontrol kadar glukosa dalam darah dan mendukung kerja insulin dalam tubuh.
7. Menurunkan Risiko Penyakit Jantung
Kandungan antosianin, nasunin, dan asam klorogenat pada terong diketahui mampu menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) dan menjaga kesehatan pembuluh darah. Bahkan, senyawa nasunin juga membantu mengurangi kelebihan zat besi dalam tubuh yang jika tidak terkontrol, bisa menjadi faktor risiko penyakit jantung, terutama pada wanita usia lanjut.
8. Membantu Menurunkan Berat Badan
Bagi Anda yang sedang fokus pada program penurunan berat badan, terong bisa jadi teman terbaik. Kandungan kalorinya yang rendah serta serat yang tinggi dapat membantu Anda merasa kenyang lebih lama. Ini tentu bisa menekan keinginan makan berlebihan atau ngemil sembarangan. Pola makan pun jadi lebih terkendali, sehingga proses penurunan berat badan berjalan lebih optimal.
Tips mengonsumsi terong: Untuk mendapatkan manfaat maksimal, terong bisa diolah terong menjadi berbagai menu sehat: ditumis, dipanggang, direbus, atau dijadikan campuran dalam salad. Sebaiknya tidak mengupas kulitnya karena banyak zat gizi penting justru berada di bagian tersebut.
Catatan: Meski tergolong aman dikonsumsi, terong bisa menimbulkan reaksi alergi pada sebagian orang. Jika setelah mengonsumsinya muncul gejala seperti gatal, pembengkakan, atau ruam, dianjurkan untuk segera berkonsultasi dengan dokter. Selain itu, jika memiliki kondisi medis tertentu, tentunya perlu diskusi dahulu dengan tenaga kesehatan sebelum menjadikan terong sebagai konsumsi rutin.