Pemenang Gregorius Michael akan mewakili Indonesia di Regional Barista Championship tingkat Asia. Foto : Istimewa
JAKARTA (ERAKINI) - Setelah berlangsung selama lima hari sejak 12 Februari 2025 di Lower Ground, Atrium East Mall, Grand Indonesia Jakarta, Starbucks bersama MilkLife mengumumkan pemenang Barista Championship 2025, Gregorius Michael
Prosesnya pun panjang dengan menyisihkan lebih dari 500 barista berbakat lainnya dari seluruh gerai Starbucks di Indonesia. Selanjutnya, I Gusti Putu Bagus Krishna Dwipayana dari Starbucks Reserve Dewata Bali dan Cevin Jaka Hardodari Starbucks Menteng Huis di posisi kedua dan ketiga.
“Saya terkesima ketika menyaksikan perjuangan mereka secara daring lewat channel YouTube @starbucksindonesia setiap hari. Semangat kebersamaan dalam kopi sangat terasa dan semuanya terpancar melalui presentasi dan kemahiran meracik kopi di panggung. Kesembilan finalis kita telah merepresentasikan tujuan perusahaan di balik kompetisi ini, yaitu menempatkan bakat-bakat muda terbaik Indonesia dikalangan internasional.
Selain itu, ajang ini meningkatkan perekonomian negeri dengan mengangkat kopi Sumatra, serta terus menjadi pembeli terbesar untuk kopi Arabika Indonesia bagi Starbucks di seluruh dunia,” ungkap Liryawati, COO PT Sari Coffee Indonesia – pemegang lisensi resmi merek Starbucks di Indonesia.
“Barista-barista dalam kompetisi ini menciptakan kreasi terbaik mereka dengan dukungan susu berkualitas tinggi dari MilkLife, yang diproduksi di Indonesia dan dibuat oleh orang Indonesia,’’ ungkap Ihsan Mulia Putri, CEO, Savoria Group dari MilkLife
Tiga besar barista terbaik Starbucks Indonesia telah memukau para juri dengan kemampuan artistik dan teknis mereka, menampilkan keterampilan barista yang luar biasa yang merefleksikan “percakapan” di atas biji kopi menjadi karya seni yang luar biasa. Sang pemenang, Gregorius Michael dalam presentasinya menyajikan kopi terbaik melalui nilai yang ia pelajari.
“Dari nilai-nilai ini kita memahami cara kita sendiri untuk menyajikan secangkir kopi, karena ini bukan tentang kesempurnaan, melainkan tentang kemauan untuk belajar dan menemukan kebahagiaan dalam setiap proses, ” jelas Greg.
“Sembilan barista terbaik telah dipilih pada tahap sebelumnya dari lebih dari 500 barista Starbucks berbakat memamerkan keterampilan dan keterampilan barista, memberikan kesempatan untuk menciptakan momen koneksi dan bercerita sambil menikmati kopi,” kata Mirza Luqman Effendy, Head of Coffee Engagement & Learning Development untuk PT Sari Coffee Indonesia.
“Menjadi juara Barista membutuhkan kombinasi bakat, kerja keras, dan pemahaman mendalam tentang kopi. Peserta yang sukses memiliki hasrat terhadap keahlian mereka, perhatian yang tajam terhadap detail, dan kemampuan untuk terhubung dengan audiens dan juri,” tambah Mirza yang juga menjadi salah satu juri dalam kompetisi ini.