7 Kebiasaan Buruk Saat Puasa yang Diam-diam Merusak Kesehatan, Nomor 2 dan 6 Paling Disukai
Thomas Pulungan
JAKARTA, (ERAKINI) — Ramadan seharusnya menjadi momen memperbaiki pola hidup. Namun tanpa disadari, banyak orang justru melakukan kebiasaan buruk yang bisa menghilangkan manfaat puasa dan memicu gangguan kesehatan.
Mulai dari melewatkan sahur hingga kalap saat berbuka. Kebiasaan-kebiasaan ini kerap dianggap sepele padahal dampaknya tidak main-main.
Dari sisi kesehatan, puasa diketahui memiliki sejumlah manfaat, seperti membantu menurunkan berat badan, memperlambat proses penuaan, serta menurunkan risiko penyakit jantung, hipertensi, diabetes, hingga kanker.
Beberapa penelitian juga menyebutkan bahwa puasa baik untuk kesehatan otak dan mental. Puasa diduga dapat membantu melawan penyakit degeneratif pada otak, seperti Alzheimer dan Parkinson.
Namun, manfaat tersebut bisa berkurang jika selama Ramadan tetap menjalani kebiasaan yang kurang sehat. Berikut 7 kebiasaan tidak sehat saat berpuasa yang sebaiknya dihindari:
1. Melewatkan Sahur
Sahur biasanya dilakukan sekitar pukul 03.00–04.00 pagi, sehingga mengharuskan seseorang bangun lebih awal. Rasa kantuk dan malas sering kali membuat sahur terlewat.
Padahal, melewatkan sahur membuat durasi puasa menjadi lebih panjang tanpa asupan nutrisi yang cukup. Akibatnya, tubuh lebih rentan mengalami dehidrasi, lemas, kadar gula darah rendah, hingga sakit kepala.
2. Langsung Tidur Setelah Sahur
Kebiasaan kembali tidur setelah sahur cukup sering dilakukan. Namun, hal ini bisa memicu gangguan pencernaan.
Tidur segera setelah makan dapat meningkatkan risiko asam lambung naik (GERD), yang ditandai dengan sensasi panas di dada dan nyeri ulu hati. Sebaiknya beri jeda sebelum kembali beristirahat.
3. Tidur Sepanjang Hari
Perubahan pola tidur selama Ramadan kerap membuat waktu istirahat malam berkurang dan diganti dengan tidur di siang hari. Bahkan, ada yang memilih tidur hampir sepanjang hari untuk menghindari rasa lapar.
Kebiasaan ini justru dapat membuat tubuh terasa semakin lemas dan kurang bertenaga. Puasa bukan alasan untuk bermalas-malasan. Anda tetap bisa beraktivitas ringan seperti membaca, berjalan santai, atau melakukan yoga agar tubuh tetap bugar.
4. Konsumsi Kafein Berlebihan
Kafein memiliki efek diuretik yang membuat tubuh lebih sering buang air kecil. Hal ini dapat meningkatkan rasa haus dan risiko dehidrasi saat puasa.
Selain itu, kafein juga dapat merangsang produksi asam lambung dan mengiritasi dinding lambung. Sebaiknya batasi konsumsi teh, kopi, dan minuman bersoda selama Ramadan.
Untuk menjaga hidrasi, dianjurkan minum sekitar delapan gelas air putih per hari dengan pola 2 gelas saat sahur, 2 gelas saat berbuka, dan 4 gelas pada malam hari.
5. Makan Berlebihan Saat Berbuka
Berbuka puasa menjadi momen yang paling ditunggu. Namun, langsung mengonsumsi makanan berat dalam porsi besar dapat membuat lambung bekerja ekstra secara tiba-tiba.
Akibatnya, perut terasa kembung, tidak nyaman, dan tubuh menjadi lemas setelah makan. Selain itu, kebiasaan makan berlebihan juga berisiko menyebabkan kenaikan berat badan. Disarankan untuk berbuka dengan porsi kecil terlebih dahulu, lalu makan secara bertahap.
6. Terlalu Banyak Gorengan dan Camilan Manis
Gorengan dan camilan manis memang identik dengan menu berbuka. Namun, konsumsi berlebihan dapat menyebabkan lonjakan gula darah, tubuh cepat lapar kembali, serta peningkatan berat badan.
Jika ingin mengonsumsi makanan manis, pilih buah-buahan segar yang kaya serat agar rasa kenyang bertahan lebih lama.
7. Sahur dan Berbuka dengan Junk Food
Makanan cepat saji memang praktis, tetapi umumnya tinggi kalori, lemak, dan gula serta rendah nutrisi penting.
Jika terlalu sering dikonsumsi saat sahur dan berbuka, junk food tidak mampu memenuhi kebutuhan energi dan zat gizi selama puasa. Kebiasaan ini juga dapat meningkatkan risiko obesitas, diabetes, dan penyakit jantung.
















