Berpuasa membuat tubuh tidak mendapatkan asupan cairan selama lebih dari 12 jam. Karena itu, menjaga pola makan saat sahur sangat penting agar tidak cepat haus. Foto: Ilustrasi
JAKARTA, (ERAKINI) – Berpuasa membuat tubuh tidak mendapatkan asupan cairan selama lebih dari 12 jam. Karena itu, menjaga pola makan saat sahur sangat penting agar tidak cepat haus dan tubuh tetap berfungsi optimal seharin.
Ahli Gizi dari IPB, Nana Chairunnisa, S.Tr.Gz, mengungkapkan, waktu berperan penting untuk mengisi cadangan cairan dan elektrolit sebelum menjalani seharian.
Namun, makanan asin justru kerap menjadi menu favorit saat sahur bagi banyak orang Indonesia. Padahal, konsumsi garam berlebihan bisa memicu rasa haus berlebih saat berpuasa.
Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, sebanyak 30,4 persen masyarakat Indonesia mengonsumsi makanan asin lebih dari satu kali per hari. Sementara itu, menurut Angka Kecukupan Gizi Kementerian Kesehatan (2019), batas asupan garam untuk orang dewasa adalah maksimal 5 gram per hari atau setara dengan satu sendok teh.
Beberapa menu yang sering dijadikan santapan sahur seperti mi instan, nugget, sosis, kentang goreng, makanan kaleng, hingga nasi goreng umumnya mengandung kadar garam yang cukup tinggi. Mengonsumsi makanan tinggi garam secara berlebihan saat sahur dapat meningkatkan risiko dehidrasi selama berpuasa.
Mengapa Makanan Asin Membuat Cepat Haus?
Garam mengandung natrium yang berfungsi menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh. Namun, ketika dikonsumsi berlebihan, kadar natrium dalam darah meningkat.
Kondisi ini membuat tubuh menarik lebih banyak air dari dalam sel untuk menyeimbangkan kadar natrium. Akibatnya, cairan tubuh menjadi lebih kental dan otak akan mengirim sinyal rasa haus agar kita minum lebih banyak air.
Saat berpuasa, tubuh tidak mendapatkan asupan cairan tambahan. Jika kebutuhan cairan tidak terpenuhi, risiko dehidrasi pun meningkat.
Tanda-Tanda Dehidrasi Saat Puasa
Berikut beberapa gejala dehidrasi yang perlu diwaspadai:
- Pusing
- Sakit kepala
- Bibir pecah-pecah
- Jarang buang air kecil
- Rasa haus berlebihan
- Mudah lelah
Tips Agar Tidak Dehidrasi Selama Berpuasa:
1. Hindari Makanan Tinggi Garam Saat Sahur
Batasi konsumsi mi instan, nugget, sosis, kentang goreng, makanan kaleng, serta camilan gurih agar tidak mudah haus saat puasa.
2. Perbanyak Minum Air Putih
Penuhi kebutuhan cairan dengan pola 2-4-2, yaitu:
- 2 gelas air putih saat berbuka
- 4 gelas air putih saat makan malam
- 2 gelas air putih saat sahur
3. Gunakan Bumbu Alami
Manfaatkan rempah-rempah dan bumbu alami rendah garam saat memasak agar makanan tetap lezat sekaligus lebih sehat.
4. Pilih Sayur dan Buah yang Kaya Air
Sekitar 20 persen kebutuhan cairan tubuh dapat diperoleh dari sayur dan buah. Beberapa pilihan yang kaya kandungan air antara lain:
- Mentimun (95–96,7% air)
- Tomat (94% air)
- Seledri (95% air)
- Kembang kol (92,1% air)
- Lobak (95,3% air)
- Semangka (92% air)
- Melon (90% air)
- Jeruk (87% air)
- Blewah (90% air)
- Jeruk bali (88–90% air)
- Nanas (86% air).
Memilih makanan yang tepat saat sahur bukan hanya membantu menahan lapar, tetapi juga menjaga tubuh tetap terhidrasi dan bugar sepanjang hari.